Senin, 31 Oktober 2011

PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN DORONGAN ORANG TUA

PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN DORONGAN ORANG TUA
TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII
MTs. THOLABUDDIN MASIN WARUNGASEM KABUPATEN BATANG
TAHUN PELAJARAN 2010/2011


SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat
Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu (S1) dalam Ilmu Agama Islam
Pada Program Studi Pendidikan Agama Islam
















Oleh :

Nama : USWATUN KHASANAH
N I M : 076012457



YAYASAN WAHID HASYIM
UNIVERSITAS WAHID HASYIM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
SEMARANG
2011

Drs. KH. Amdjad, Ah, B.Sc., M.Pd
Perumnas Tlogosari Kel . Tlogosari Kulon
Padurungan Semarang 50196
Telp ( 024 ) 6713492
HP. 08157604866

NOTA PEMBIMBING

Lampiran : 5 Eksemplar Semarang,19 September 2011
Hal : Naskah Skripsi
An. Sdri. Uswatun Khasanah

Kepada:
Yth. Bapak Dekan Fakultas Agama Islam
Universitas Wahid Hasyim Semarang
di- Semarang

Assalamu'alaikum wr. wb.

Setelah mengadakan koreksi dan perbaikan seperlunya bersama ini saya kirimkan skripsi Saudari:

Nama : Uswatun Khasanah
NIM : 076012457
Program Studi : Pendidikan Agama Islam
Judul : Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Dorongan Orang Tua terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII MTs. Tholabuddin Masin Warungasem Kabupaten Batang Tahun Pelajaran 2010/2011.

Selanjutnya saya mohon kepada Bapak Dekan Fakultas Agama Islam agar skripsi Saudari tersebut dapat dimunaqosahkan, dan atas perhatian Bapak, kami ucapkan banyak terima kasih.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Pembimbing

Drs. KH. Amdjad, Ah, B.Sc., M.Pd



































ABSTRAK


Uswatun Khasanah , 2010. Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Dorongan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Warungasem Kabupaten Batang Tahun Pelajaran 2010 / 2011 .
Skripsi : Program Studi Pendidikan Agama Islam , Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim Semarang . Pembimbing Drs.KH. Amdjad,Ah.B.Sc., M.Pd dan Drs . Slamet Muawwal .
Kata Kunci : Tingkat Pendidikan Orang Tua , Dorongan Orang Tua dan Prestasi Belajar Siswa .
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan tingkat pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Warungasem Kabupaten Batang tahun pelajaran 2010 / 2011, mengetahui tentang ada tidaknya pengaruh dorongan orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Warungasem Kabupaten Batang tahun pelajaran 2010 / 2011 , dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh tingkat pendidikan dan dorongan orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Warungasem Kabupaten Batang tahun pelajaran 2010 / 2011 .
Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Warungasem Kabupaten Batang dengan sampel 33 siswa . Alat pengumpul data yang digunakan adalah observasi , wawancara, angket . Data yang disimpulkan dianalisis menggunakan tehnik analisa data dengan metode statistik.
Hasil analisa data menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dan dorongan orangt tua berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Warungasem Kabupaten Batang tahun pelajaran 2010 / 2011.
Hal ini dibuktikan pada taraf signifikan 5 % dengan db = 31 , di dapat rt = 0,344 , sedangkan rxy = 0,560 . Dengan demikian rxy lebih besar dari pad rt. Maka hasilnya = 0,560  0,344 , sedangkan pada taraf signifikan 1 % dengan db = 31 didapat rt = 0,442, sedangkan rxy = 0,560 , dengan demikian rxy lebih besar dari pada rt . maka hasilnya 0,560  0,442 .
Hasil uji hipotesa selanjutnya menunjukkan hasil positif yaitu 0,560 yang menandakan arah korelasi positif , yang berarti adanya hubungan antara tingkat pendidikan dan dorongan orang tua dengan prestasi belajar siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Warungasem Kabupaten Batang tahun pelajaran 2010 / 2011 .























DEKLARASI

Bismillahirrohmanirrohim
Dengan Nama Allah Yang Maha Kuasa, saya menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa segala yang tertulis di dalam karya ilmiah skripsi ini benar-benar hasil karya sendiri, bukan dibuatkan oleh orang lain. Dan menyatakan juga dengan penuh tanggung jawab bahwa karya ini bukan hasil jiplakan atau plagiasi terhadap karya tulis orang lain baik sebagian atau sepenuhnya. Pendapat atau temuan ilmiah yang sudah paten berstandar milik orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip dan diambil inti substansinya atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.


Semarang, September 2011
Yang membuat pernyataan

Uswatun Khasanah
NIM. 076012457






MOTTO

                (لقمان: 13)
Nasihat Luqman kepada anaknya
Artinya: Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, dia waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar” (QS. Luqman: 13)












PERSEMBAHAN

Saat pertama aku dilahirkan ke dunia yang indah ini, belum banyak yang ku mengerti . Isyarat – isyarat kebahagiaaan terpancar dari kedua orang tua yang telah membesarkan ku , hingga mereka menuntun ku untuk mengerti makna kehidupan dan jalan yang harus aku tempuh dalam meniti kehidupan ini .
Dengan segala keterbatasan yang dimiliki ke dua orang tua ku baik pengetahuan,pengalaman maupun kemampuan ekonomi, tetap dengan kasih sayangnya menuntun ku untuk tetap berusaha mencari ilmu sebagai bekal hidup ku ke masa mendatang .
Bekerja dan berkarya diantara orang – orang yang aku sayangi seperti terasa dalam naungan angin semilir sejuk dibawah pohon yang rindang , seperti memberikan energi positif yang tiada henti .
Maka selayaknya skripsi ini ku persembahkan untuk :
- Ayah dan Ibundaku yang tercinta ( semoga ini sebagian kecil dari caraku berbakti kepadanya )
- Bapak dan Ibu Dosen yang terhormat
- Seseorang yang sudah memberi motivasi dengan penuh kesabaran pada ku.
- Adik – adik ku tersayang
- Teman – teman ku senasib seperjuangan










KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat, taufik, hidayah dan inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Dorongan Orang Tua terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII MTs. Tholabuddin Masin Warungasem Kabupaten Batang Tahun Pelajaran 2010/2011” yang secara akademis menjadi syarat untuk memperoleh gelar Sarjana S1 dalam Ilmu Pendidikan Islam.
Disamping itu, apa yang telah tersaji ini juga tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, kepadanya kami mengucapkan terima kasih:
1. Bapak Dr. H. Noor Achmad, MA., selaku Rektor Universitas Wahid Hasyim Semarang.
2. Bapak Drs. H. Asro’ie Thohir, M.Pd.I., selaku Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim Semarang.
3. Bapak Drs. KH. Amdjad, Ah, B.Sc., M.Pd., selaku pembimbing satu dan Bapak Drs. Slamet Muawwal, selaku pembimbing dua yang telah meluangkan waktunya untuk menuntun agar skripsi ini cepat selesai.
4. Segenap Bapak Ibu Dosen beserta staf karyawan dan karyawati Fakultas Tarbiyah Universitas Wahid Hasyim Semarang, yang telah membekali ilmu pengetahuan dan pemahaman, sehingga penulis mapu menyelesaikan skripsi ini.
5. Ibu Djauzaul Muniroh, BA., selaku Kepala Madrasah Tsanawiyah Tholabuddin Masin Warungasem Kabupaten Batang beserta guru dan staf karyawan MTs. Tholabuddin yang telah memberikan waktu, informasi dalam penelitian ini.
Sungguh kami tidak dapat memberikan balasan apapun, kecuali doa semoga Allah SWT memberikan balasan pahala yang berlipat atas amal kebaikan yang telah diberikan.
Akhirnya kami menyadari bahwa apa yang telah tersaji dalam penulisan ini masih jauh dari kesempurnaan. Masih banyak hal-hal yang perlu diperbaiki dan diperdalam lebih lanjut atau ada hal yang kurang sesuai, karena hanya sebatas inilah yang dapat penulis sampaikan, maka dengan segala bentuk kritik dan saran sangat kami harapkan, demi menindaklanjuti pada kajian-kajian yang lebih lanjut.


Pekalongan, 19 September 2011
Penulis

Uswatun Khasanah



TRANSLITERASI ARAB-LATIN

Berdasarkan SKB Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor: 0543 b/U/1987 tertanggal 22 Januari 1988.
A. KONSONAN TUNGGAL
Huruf Arab Nama Huruf Latin Keterangan
ا Alif - Tidak dilambangkan
ب Ba’ B -
ت Ta’ t -
ث Sa’ Ŝ S dengan titik di atas
ج Jim J -
ح Ha’ H H dengan titik di bawah
خ Kha’ Kh -
د Dal D -
ذ Zal Ż Z dengan titik di atas
ر Ra’ R -
ز Za’ Z -
س Sin S -
ش Syin Sy -
ص Sad S S dengan titik di bawah
ض Dad D D dengan titik di bawah
ط Ta’ Ţ T dengan titik di bawah
ظ Za’ Z Z dengan titik di bawah
ع ‘Ain - Koma terbalik (apostrof tunggal)
غ Gain G -
ف Fa’ F -
ق Qaf Q -
ك Kaf K -
ل Lam L -
م Mim M -
ن Nun N -
و Waw W -
ه Ha’ H -
ء Hamzah - Apostrof lurus miring (tidak untuk awal kata)
ي Ya’ Y -
ة Ta’ marbutah H Dibaca ah ketika mawquf
ة ... Ta’ marbutah H / t Dibaca ah / at ketika mawquf (terbaca mati)

B. VOKAL PENDEK
Arab Latin Keterangan Contoh
- A Bunyi fathah pendek اَفَلَ
- I Bunyi kasrah pendek سُئِلَ
- U Bunyi dlammah pendek اُحُدٌ

C. VOKAL PANJANG
Arab Latin Keterangan Contoh
ـا ā Bunyi fathah panjang كاَنَ
ـى /
ـي ī Bunyi kasrah panjang فِيْـكَ
ـو ū Bunyi dlammah panjang كُوْنُـوْا



D. DIFTONG
Arab Latin Keterangan Contoh
...َـوْ aw Bunyi fathah diikuti waw مَوز
...َـيَ ai Bunyi fathah diikuti ya’ كَيْـد

E. PEMBAURAN KATA SANDANG TERTENTU
Arab Latin Keterangan Contoh
ال... al Bunyi al Qomariyah القمريـة
ال – ش asy-sy... Bunyi al Syamsiyah dengan/ diganti huruf berikutnya التربيـة
وال... wal / wasy-sy Bunyi al Qomariyah/ al Syamsiyah diawali huruf hidup adalah tidak terbaca القمريـة/ والشمسـية



DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL -----------------------------------------------------------------
HALAMAN NOTA PEMBIMBING----------------------------------------------
HALAMAN PENGESAHAN-------------------------------------------------------
HALAMAN ABSTRAK-------------------------------------------------------------
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI-------------------------
HALAMAN MOTTO----------------------------------------------------------------
HALAMAN PERSEMBAHAN----------------------------------------------------
HALAMAN KATA PENGANTAR-----------------------------------------------
HALAMAN PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB – LATIN-------------
HALAMAN DAFTAR ISI----------------------------------------------------------
HALAMAN DAFTAR TABEL---------------------------------------------------- i
ii
iii
iv
vi
vii
viii
ix
xi
xii
xvii

BAB I










BAB II











BAB III























BAB IV








BAB V

PENDAHULUAN ......................................................................
A. Latar Belakang Masalah ........................................................
B. Alasan Pemilihan Judul ........................................................
C. Telaah Pustaka ......................................................................
D. Rumusan Masalah .................................................................
E. Penegasan Istilah ....................................................................
F. Tujuan dan manfaat Penelitian ...............................................
G. Rumusan Hipotesis .................................................................
H. Metode penelitian ...................................................................
I. Sistematika Penyusunan Skripsi ...............................................

PENDIDIKAN ORANG TUA , DORONGAN ORANG TUA DAN PRESTASI BELAJAR ...........................................
A. Pengertian Pendidikan ............................................................
B. Dorongan atau Motivasi ........................................................
C. Hakikat Prestasi Belajar .........................................................
D. Pengaruh Tingkat Pendidikan dan dorongan Orang Tua terhadap Prestasi Belajar Siswa ..........................................
1. Pengertian Orang Tua .........................................................
2. Tingkat Pendidikan Formal Orang Tua ..............................
3. Tugas dan Peran Orang Tua ..............................................
4. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar .......

TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA , DORONGAN ORANG TUA DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII MTs THOLABUDDIN MASIN KECAMATAN WARUNGASEM KABUPATEN BATANG ..........................
A. Gambaran Umum MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang ............................................
1. Sejarah Singkat MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang .....................................
2. Visi dan Misi MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang ......................................
3. Keadaan Lingkungan Sosial Sekitar Madrasah ................
4. Biodata Guru MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang .....................................
5. Biodata Karyawan MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang ......................................
B. Deskripsi Hasil Penelitian Tingkat Pendidikan Orang Tua Siswa MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang .................................................................
C. Deskripsi Hasil Penelitian Dorongan Orang Tua Siswa MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang .................................................................................
D. Data Prestasi Belajar Siswa MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang Tahun Pelajaran 2010 / 2011 ……………………………………….
ANALISIS TENTANG PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN DORONGAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII MTs THOLABUDDIN MASIN KECAMATAN WARUNGASEM KABUPATEN BATANG ...........................
A. Analisis pendahuluan .............................................................
B. Analisis Uji Hipotesis ............................................................
C. Analisis Lanjut .......................................................................

PENUTUP .................................................................................
A. Kesimpulan ..........................................................................
B. Saran – Saran ........................................................................
C. Kata penutup ........................................................................
1
1
4
4
6
6
8
9
10
19


22
22
27
30

31
31
32
33
36




41

41

41

42
42

43

46


47


49


51




53
53
60
65

67
67
68
68

- Daftar Pustaka
- Piagam OSPEK
- Piagam Kursus Mahir Dasar
- Piagam Kemampuan Membaca Al Quran
- Daftar Riwayat Hidup Penulis




DAFTAR TABEL
Halaman

TABEL I
TABEL II

TABEL III


TABEL IV


TABEL V



TABEL VI

TABEL VII


TABEL VIII
TABEL IX



TABEL X
TABEL XI

TABEL XII
TABEL XIII
TABEL XIV
TABEL XV
TABEL XVI
TABEL XVII

Tingkat Pendidikan Formal Orang Tua ..............................
Dorongan Orang Tua ( Variabel X2 ) Dimensi Variabel serta Indikator Variabel Penelitian .....................................
Biodata guru MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang Tahun Pelajaran 2010 / 2011 ....................................................................................
Biodata Karyawan MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang Tahun Pelajaran 2010 / 2011 ....................................................................................
Tingkat Pendidikan Orang Tua Siswa Kelas VIII D MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang Tahun Pelajaran 2010 / 2011 ...................................................................................
Dorongan Orang Tua Siswa Kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang
Data Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang Tahun Pelajaran 2010 / 2011……………………………………..
Notasi Pedoman Nilai ……………………………………
Distribusi Frekwensi Data Tentang Tingkat Pendidikan Orang Tua Siswa Kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang Tahun Pelajaran 2010 / 2011……………………………………..
Bobot Nilai ……………………………………………….
Distribusi Frekwaensi Data Tentang Dorongan Orang Tua Siswa Kelas VIII …………………………………………
Bobot Nilai ………………………………………………
Dostribusi Data Tentang Prestasi Belajar Siswa …………
Bobot Nilai ……………………………………………….
Tabel Kerja Product Moment …………………………….
Interpretasi Nilai “r” ……………………………………...
Nilai “r” Product Moment ............................................
11

12


44


46



47

49


51
53



55
55

57
57
59
59
60
64
65


















BAB I
PENDAHULUAN



A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan dapat kita definisikan sebagai humanisasi atau upaya memanusiakan manusia, yaitu suatu upaya membantu manusia untuk dapat bereksistensi sesuai dengan martabatnya sebagai manusia. Sebab manusia menjadi manusia yang sebenarnya jika ia mampu merealisasikan hakikatnya secara total maka pendidikan hendaknya merupakan upaya yang dilaksanakan secara sadar dengan bertitik tolak pada asumsi tentang hakikat manusia. Lingkungan keluarga (orang tua) merupakan pusat pendidikan yang pertama dan utama bagi seorang anak. Keluarga merupakan proses penentu dalam keberhasilan belajar. Orang tua dikatakan sebagai pendidik pertama karena orang tualah yang pertama mendidik anaknya sejak dilahirkan dan dikatakan sebagai pendidik utama karena pendidikan yang diberikan orang tua merupakan dasar dan sangat menentukan perkembangan anak selanjutnya.
Pengalaman pergaulan dalam keluarga akan memberikan pengaruh yang besar bagi pertumbuhan dan perkembangan anak pada masa yang akan datang. Keluarga yang akan memberikan wacana kehidupan seorang anak, baik prilaku, budi pekerti, maupun adat kebiasaan sehari-hari. Dengan memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anak dalam lingkungan keluarga, maka akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pula, karena tujuan pendidikan yang dilaksanakan didalam keluarga adalah untuk membina, membimbing, dan mengarahkan anak kepada tujuan yang suci.
Dengan demikian faktor identifikasi dan meniru pada anak-anak amat penting, sehingga mereka menjadi terbina, terdidik, dan belajar dari pengalaman langsung. Hal ini pula yang nantinya akan berpengaruh lebih besar dari pada informasi atau pengajaran lewat instruksi dan petunjuk yang disampaikan dengan kata-kata. Dalam lingkungan keluarga, pendidikan yang berlangsung didalamnya adalah pendidikan informal, dengan orang tua sebagai pendidik. Orang tua (Bapak dan Ibu) adalah pendidik kodrati. Mereka pendidik bagi anak-anaknya, karena secara kodrati ibu dan bapak diberikan anugrah oleh Allah berupa naluri orang tua. Kasih sayang dan pengertian keluarga khususnya orang tua akan meninggalkan yang positif dalam perekembangan jiwa anak. Untuk itu sudah sepantasnya orang tua menjadi teladan yang baik bagi anak.
Tanggung jawab dalam segi mental (rohani) ini merupakan masalah penting karena kualitas pribadi anak merupakan dari hasil pembinaan mental rohaninya. Salah satu bagian dari tanggung jawab pembinaan mental rohani anak adalah menyekolahkan anak ke sekolah atau ke lembaga pendidikan.
Berdasarkan realita dan peranan ketiga jenis lingkungan pendidikan yakni keluarga,sekolah dan masyarakat, oleh Ki Hajar Dewantara dinamakan Tri Pusat Pendidikan . Istilah tiga lingkungan pendidikan itu dikenal dengan .pendidikan informal, pendidikan formal dan pendidikan non formal Didalam lingkungan keluarga (informal) yang berperan menjadi pendidik adalah orang tua (ayah dan ibu) orang tua merupakan pendidik yang pertama dan utama dalam membantu mengembangkan potensi anak-anaknya. Keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama. Dikatakan sebagai pendidikan yang pertama karena pertama kali anak mendapatkan pengaruh pendidikan dari dan di dalam keluarganya. Sedangkan dikatakan sebagai pendidikan yang utama karena sekalipun anak mendapatkan pendidikan dari sekolah dan masyarakatnya, namun tanggung jawab kodrati pendidikan terletak pada orang tuanya.

Pendidikan merupakan suatu usaha atau proses yang ditujukan untuk membina kualitas sumber daya manusia seutuhnya agar ia dapat melakukan perannya dalam kehidupan secara fungsional dan optimal, dalam Islam manusia dituntut untuk belajar dan juga mengajar. kewajiban setiap individu orang Islam untuk menuntut ilmu dari sejak buayan hingga akhir hayat, hal tersebut merupakan perintah Allah dan Rasul-Nya, Adapun motivasi dan sekaligus anjuran untuk keutamaan memiliki ilmu pengetahuan sesuai dengan firman Allah yang terdapat dalam Al-qur.an pada surat Al-Mujadalah ayat 11.
          

Artinya : Allah meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.5

Menurut Ramayulis orang tua menjadi pendidik terhadap anak-anaknya fungsinya adalah mempertanggungjawabkan melindungi, mengasah, mangasuh, dan mengasihi. Pendidikan dalam keluarga berlangsung dengan sendirinya sesuai dengan tatanan pergaulan yang berlaku di dalamnya tanpa harus diumumkan atau dituliskan terlebih dahulu agar diketahui dan diikuti oleh seluruh anggota keluarga, disini diletakkan dasar-dasar pergaulan melalui kasih sayang dan penuh kecintaan kebutuhan akan kewibawaan dan nilai-nilai kepatuhan.
Mendidik anak dengan baik dan benar berarti menumbuh kembangkan totalitas potensi anak secara wajar potensi jasmaniyah dan rohaniyah anak diupayakan tumbuh dan berkembang secara wajar melalui pemenuhan kebutuhan-kebutuhan jasmani seperti pemenuhan kebutuhan sandang pangan dan papan sedangkan potensi rohaniyahnya anak diupayakan pengembangannya secara wajar melalui usaha pembinaan intelektual, keagamaan, perasaan dan budi pekerti yang agung dan mulia.
Selain itu melihat dari kenyataan bahwa keluarga yang orang tuanya berpendidikan rendah atau tidak berpendidikan ternyata berhasil dalam mendidik anaknya. Sebaliknya ada keluarga yang orang tuanya berpendidikan tinggi ternyata kurang berhasil dalam mendidik anaknya. Keberhasilan mendidik anak disini adalah anak yang di sekolahnya pintar dan memperoleh prestasi yang baik.
Dari uraian di atas penulis merasa tertarik dan terpanggil untuk menyusun skripsi dengan judul : PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN DORONGAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII MTs THOLABUDDIN MASIN WARUNGASEM KABUPATEN BATANG TAHUN PELAJARAN 2010/2011

B. ALASAN PEMILIHAN JUDUL
Adapun alasan penulis memilih judul di atas sebagai berikut :
1. Penulis ingin mengetahui apakah pengalaman belajar orang tua berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa?
2. Penulis ingin mengetahui Apabila orang tuanya berpendidikan tinggi, apakah prestasi belajar anaknya juga tinggi ?
3. Penulis ingin mengetahui apakah dorongan dari orang tua mempunyai pengaruh yang dominan terhadap prestasi belajar anak ?

C. TELAAH PUSTAKA
Dalam skripsi yang ditulis oleh Kusen, Mahasiswa STAIN Pekalongan dengan judul ”Korelasi Antara Tingkat Pendidikan Agama Islam SD Negeri Bligorejo 03 Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan Tahun 2004/2005” disimpulkan bahwa ada korelasi positif antara tingkat pendidikan Agama Islam orang tua dengan prestasi belajar siswa kelas V mata pelajaran pendidikan Agama Islam SD Negeri Bligorejo 03 Doro Kabupaten Pekalongan
Dalam skripsi yang ditulis oleh Khadziq mahasiswa UNWAHAS Semarang yang berjudul ” Studi Korelasi Tingkat Pendidikan Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah NU Al-Usmani Gejlig Kecamatan Kajen Kabupaten PekalonganTahun Pelajaran 2008/2009”, disimpulkan bahwa ada korelasi yang positif antara tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar siswa kelas V MIS NU Al-Usmani Gejlig Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan
Dalam Skripsi yang ditulis oleh Ratih Gumilang, mahasiswa STAIN Pekalongan,yang berjudul ” Pengaruh Pemberian Motivasi terhadap Prestasi Belajar anak ( Studi Kasus di panti asuhan yatim Putri Aisyiyah Pekajangan ) tahun 2006, dijelaskan bahwa pada hakekatnya motivasi itu penting, dimana kuat lemahnya motivasi dalam belajar seorang anak turut mempengaruhi keberhasilan untuk memperoleh prestasi belajar, karena itu motivasi belajar perlu diusahakan terutama yang berasal dari dalam diri dengan senantiasa memikirkan masa depan yang penuh tantangan
Dalam skripsi yang ditulis oleh Umi Akilah,Mahasiswa UNWAHAS Semarang,yang berjudul Pengaruh Motivasi Belajar di rumah terhadap Prestasi Belajar Siswa di MI Walisongo Salakbrojo Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan Tahun Pelajaran 2008/2009 dijelaskan bahwa motivasi belajar di rumah merupakan dorongan yang baik bagi siswa untuk meningkatkan prestasi belajarnya, tetapi jika pemberian motivasi kurang tepat bisa mengakibatkan anak gagal dalam belajarnya
Berdasarkan kajian diatas, dapat diketahui bahwa penelitian yang akan dilakukan sekarang berbeda dengan yang terdahulu. Perbedaan itu terletak pada variabel dan objek yang diteliti .



D. RUMUSAN MASALAH
Agar permasalahan yang akan dibahas dalam penelitiaan ini lebih jelas dan terarah, maka perlu adanya rumusan masalah.
Adapun rumusan masalah dalam skripsi ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana tingkat pendidikan orang tua siswa kelas VIII (delapan) MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang tahun pelajaran 2010/2011 ?
2. Bagaimana dorongan orang tua siswa kelas VIII (delapan) MTs Tholabuddin Masin Warungasem Kabupaten Batang tahun Pelajaran 2010/2011 ?
3. Bagaimana prestasi belajar siswa kelas VIII (delapan) MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang semester I tahun pelajaran 200/2011 ?
4. Apakah ada pengaruh yang signifikan antara tingkat pendidikan dan dorongan orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII (delapan) MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang semester I tahun pelajaran 2010/2011 ?

E. PENEGASAN ISTILAH
Agar tidak terjadi perbedaan dalam penafsiran beberapa kata / istilah yang tercantum dalam judul skripsi ini, penulis memandang perlu untuk menegaskan istilah-istilah yang dipakai sebagai berikut :

1. Pengaruh
Pengaruh dalam kamus lengkap Bahasa Indonesia diartikan : ” Daya yang ada dari sesuatu (Orang, benda, dsb) yang ikut membentuk kepercayaan,watak atau perbuatan seseorang”

2. Tingkat Pendidikan
Pendidikan adalah aktivitas dan usaha manusia untuk meningkatkan kepribadiannya dengan jalan membina potensi-potensi pribadinya yaitu rokhani (Pikir,cipta,rasa,karsa dan budi nurani) serta jasmani (Panca Indra dan ketrampilan-ketrampilan) dengan jalan membina potensi-potensi pribadi

3. Dorongan ( Motivasi ) Orang Tua
Motivasi dalam kamus lengkap Bahasa Indonesia diartikan : ” kecenderungan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar melakukan tindakan dengan tujuan tertentu ” Menurut Abraham Sperling motivasi adalah suatu kecenderungan untuk beraktivitas, dimulai dari dorongan dalam diri (drive) dan diakhiri dengan penyesuaian diri Sedangkan menurut R.S Wood Worth mengartikan motivasi sebagai suatu set yang dapat atau mudah menyebabkan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu (berbuat sesuatu) dan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu
Dari pengertian diatas dapat diketahui bahwa motivasi merupakan segala sesuatu yang menjadi pendorong timbulnya suatu tingkah laku

4. Prestasi Belajar
Prestasi hasil atau dikenal dengan istilah ”Achievment” dari usaha yang dilakukan sebelumnya. Prestasi dalam kamus lengkap Bahasa Indonesia berarti hasil baik yang dicapai


5. Siswa
Siswa dalam kamus lengkap bahasa Indonesia artinya murid Yaitu anak atau orang yang sedang belajar baik disekolah atau di akademik.
Berdasarkan penegasan istilah diatas, maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud judul penelitian ini adalah suatu penelitian mengenai tingkat pendidikan dan dorongan orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII di MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang pada tahun pelajaran 2010/2011

F. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
1. Tujuan Penelitian
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah :
a. Untuk mengetahui gambaran tentang tingkat pendidikan orang tua siswa Kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Warungasem Kabupaten Batang tahun pelajaran 2010/2011.
b. Untuk mengetahui gambaran tentang dorongan orang tua siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Warungasem Kabupaten Batang tahun pelajaran 2010/2011.
c. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh tingkat pendidikan dan dorongan orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Warungasem Kabupaten Batang tahun pelajaran 2010/2011.

2. Manfaat Penelitian
a. Manfaat praktis
1) Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi para orang tua dan dapat dijadikan rujukan atau sumber yang bermanfaat untuk memberikan motivasi atau dorongan terhadap prestasi belajar anak
2) Memberikan informasi tentang pengaruh tingkat pendidikan dan dorongan orang tua terhadap prestasi belajar anak
3) Bagi peneliti sendiri, sebagai ajang latihan, pengembangan ilmu pengetahuan dan menambah wawasan untuk mendalami sebagai pendidik dan pengajar.
b. Manfaat teoretis
1) Untuk memperkaya khasanah intelektual dan menjadi pijakan bagi penelitian-penelitian lebih lanjut.
2) Untuk menambah pengetahuan penulis dan kontribusinya untuk dijadikan tambahan referensi atau bahan pustaka bagi perpustakaan Universitas Wahid Hasyim Semarang yang berupa hasil penelitian ilmiah.

G. RUMUSAN HIPOTESIS
Hipotesis adalah jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian,sampai terbukti melalui data yang terkumpul. Jadi hipotesis bukanlah suatu kesimpulan akhir tetapi sebenarnya masih harus dibuktikan melalui penelitian atau diuji di lapangan.
Adapun hipotesis yang peneliti ajukan adalah :
Ha : Ada (terdapat) pengaruh (positif / negatif) yang signifikan antara tingkat
pendidikan dan dorongan orang tua terhadap prestasi belajar siswa.
Ho : Tidak ada pengaruh (positif / negatif) yang signifikan antara tingkat
pendidikan dan dorongan orang tua terhadap prestasi belajar siswa.

H. METODE PENELITIAN
1. Populasi dan Sampel
Menurut Suharsimi Arikunto, populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Adapun populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang tahun pelajaran 2010/2011 yang berjumlah 166 siswa.Dengan Kelas VIII A= 32 Siswa, Kelas VIIIB = 34 Siswa, Kelas VIIIC = 32 Siswa, Kelas VIIID = 33 Siswa dan Kelas VIIIE = 35 siswa
Lebih lanjut Arikunto menyatakan bahwa apabila subjeknya kurang dari 100,lebih baik diambil semua, sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi, akan tetapi apabila jumlah subjeknya besar dapat diambil antara 10-15 % atau 20-25 % maupun lebih.
Mengacu pendapat diatas,maka peneliti hanya mengambil 20% dari jumlah 166 siswa yang ada, sehingga sampelnya hanya 33 siswa. Sedangkan yang dimaksud dengan sampel itu sendiri adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti.
Adapun teknik atau cara pengambilan sampel yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah teknik proportional sample, yaitu tiap-tiap tingkat atau stratum diwakili oleh beberapa subjek yang diambil secara acak sesuai dengan perimbangan jumlah sampel. Dalam penelitian ini, penulis mengambil sampel dari kelas VIIIA sebanyak 7 siswa, kelas VIIIB sebanyak 7 siswa dan kelas VIIIC sebanyak 7 siswa, kelas VIIID sebanyak 6 siswa dan kelas VIIIE sebanyak 6 siswa.

2. Variabel Penelitian
Menurut F.N Kerlinger Variabel adalah sebuah konsep seperti halnya laki-laki dalam konsep jenis kelamin,insyaf dalam konsep kesadaran. Sutrisno Hadi mendefinisikan variabel sebagai gejala yang bervariasi misalnya jenis kelamin,karena jenis kelamin mempunyai variasi lki-laki dan perempuan,berat badan karena ada berat 40 kg,50kg dan sebagainya.
Adapun yang menjadi variabel dalam penelitian ini adalah :
1. Variabel tingkat pendidikan orang tua (X1) Variabel ini sebagai variabel independen (bebas) variabel ini diberi symbol X1.
2. Variabel dorongan orang tua (X2) Variabel ini sebagi variabel independen (bebas) variabel ini diberi symbol X2.
3. Variabel prestasi belajar anak. Variabel ini sebagai variabel dependen (varibel terkait). Variabel ini diberi symbol dengan huruf Y.
Dengan demikian terdapat 2 variabel bebas dan 1 variabel terkait
Untuk lebih jelasnya berikut ini penulis akan mengumpulkan definisi oprasional dari kedua variabel diatas sebagai berikut :
1. Tingkat pendidikan formal orang tua ( X1) yang dimaksud dalam penelitian ini adalah jenjang pendidikan ( sekolah ) terakhir yang pernah ditempuh orang tua baik sampai tamat ataupun tidak sampai tamat mulai SD/MI, SLTP/MTS, SLTA/MA, Akademi/Perguruan Tinggi.
Tabel I
Tingkat Pendidikan formal orang Tua dapat diukur melalui Dimensi dan indikator sebagai berikut
No Dimensi Indikator
1 Pendidikan Dasar Tidak Tamat SD / MI
Tamat SD / MI
2 SLTP Tidak Tamat SLTP / MTs
Tamat SLTP / MTs
3 SLTA Tidak Tamat SLTA / MA
Tamat SLTA / MA
4 Pendidikan Tinggi Tidak Tamat Perguruan Tinggi / Akademik
Tamat Perguruan Tinggi / Akademik

2. Dorongan orang tua (X2), dorongan yang diberikan orang tua kepada anaknya agar belajar, untuk menumbuh kembangkan motivasi belajar yang tinggi.
Orang tua memberikan bimbingan pengawasan belajar anaknya baik dirumah maupun di luar rumah, pengawasan penggunaan waktu,kesulitan belajar,pemecahan kesulitan belajar serta ancaman dan hadiah .Untuk lebih jelasnya dapat diukur dengan dimensi dan indikator berikut ini :
Tabel II
Dorongan orang tua ( Variabel X2 ) dimensi variabel serta indikator variabel penelitian

No Variabel Dimensi Variabel Indikator Variabel Item
1 dorongan orang tua (Variabel X2 ) a. Dorongan berbentuk materi atau benda 1. Orang tua anda menyediakan kamar/ruangan belajar
2. Orang tua anda menyediakan meja belajar
3. Orang tua anda menyediakan semua perlengkapan alat tulis menulis untuk belajar
4. Orang tua anda membeli buku-buku pelajaran yang anda butuhkan
5. Orang tua anda menyediakan pakaian seragam
6. Orang tua anda memberi hadiah jika anda mendapat prestasi belajar yang baik
7. Orang tua anda memberi makanan yang bergizi 1


2


3



4



5


6



7

b. Dorongan berbentuk ucapan atau perkataan 8. Orang tua anda memberi pujian jika anda mendapatkan prestasi belajar yang baik
9. Orang tua anda mendorong agar rajin dan giat dalam belajar
10. Orang tua anda menyarankan agar masuk kelas terlebih dahulu sebelum pelajaran dimulai
11. Orang tua anda menganjurkan agar berteman dengan orang yang baik
12. Orang tua melarang keras anda agar tidak merokok dan obat-obat terlarang / narkoba
13. Orang tua anda menganjurkan agar anda mendapatkan prestasi belajar baik
14. Orang tua anda menganjurkan agar dapat terus melanjutkan sekolah sampai ke PT
15. Orang tua anda mengatakan hebat/ pintar jika anda mendapatkan prestasi yang baik
16. Orang tua anda menyuruh tetap belajar dikelas jika guru yang bersangkutan berhalangan hadir 8




9


10




11



12



13



14




15




16


c. Dorongan berbentuk tingkah laku / perbuatan 17. Orang tua anda memberi hukuman / sangsi kalau anda bolos sekolah
18. Orang tua anda mengacungkan jempol jika anda mendapatkan prestasi belajar yang baik
19. Orang tua anda mencium atau mengusap-usap kepala anda, jika anda mendapatkan prestasi belajar yang baik
20. Orang tua anda memeluk jika anda memperoleh prestasi belajar yang baik 17



18




19





20

3. Prestasi belajar siswa ( Y ) yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil tes sumatif yang dapat dilihat pada rata-rata yang dicapai oleh pada semester I dari semua mata pelajaran tahun 2010/2011 yang dapat dilihat dalam buku raport. Hal ini berdasarkan pemikiran bahwa nilai raport merupakan nilai akhir yang menggambarkan kesuksesan siswa dalam belajar atau prestasi belajar siswa pada akhir semester.

3. Metode Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data yang diperlukan, maka penulis melakukan hal-hal sebagai berikut :
a. Observasi, yaitu pengamatan dan pencatatan dengan sistemik fenomena yang diselidiki, terutama mengenai keadaan umum MTs Tholabuddin Masin Warungasem Kabupaten Batang Tahun Pelajaran 2010/2011.
b. Wawancara, yaitu mengadakan Tanya jawab secara langsung berkenaan dengan skripsi ini, caranya dengan mendatangi langsung responden untuk mendapatkan informasi dan data secara langsung dari pihak sekolah, terutama disini dengan wali kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Warungasem Kabupaten Batang tahun pelajaran 2010/2011 untuk memperoleh data prestasi siswa.
c. Angket, yaitu sejumlah pertanyaan yang disusun secara sistematis dengan mengunakan empat alternatif jawaban, untuk angket adalah caranya dengan membagikan kepada responden yang bersangkutan dalam hal ini adalah siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Warungasem Kabupaten Batang Tahun Pelajaran 2010/2011.
d. Dokumentasi , Yaitu data – data yang diperoleh
Caranya dengan meminta data hasil nilai raport kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Warungasem Kabupaten Batang Tahun Pelajaran 2010/2011.
Setelah data-data terkumpul langkah selanjutnya adalah melakukan pengolahan data-data, menafsirkan dan menginterpretasikan hasil penelitian.
Mengenai teknik penulisan ini, penyusun berpedoman kepada Panduan Penyusunan Skripsi Untuk Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islm Universitas Wahid Hasyim Semarang .

4. Tehnik Analisa Data
Menganalisa data yang telah diperoleh dari penelitian yang bersifat kwantitatif , maka dipergunakan metode analisa statistik , yang meliputi sebagai berikut :
a. Analisa Pendahuluan
Analisa pendahuluan dilaksankan dengan menyusun tabel – tabel distribusi frekwensi jawaban setiap variabel penelitian . Selanjutnya data yang telah terkumpul dimasukkan dalam tabel distribusi untuk mempermudah perhitungan dan sekaligus mempermudah keterbacaan data yang ada dalam rangka pendolahan data yang ada dalam rangka pengolahan data selanjutnya .
Adapun kriteria yang digunakan untuk penilaian tiap – tiap ítem angket adalah :
1) Untuk alternatif jawaban A dengan skor nilai 4
2) Untuk alterbatif jawaban B dengan skor nilai 3
3) Untuk alternatif jawaban C dengan skor nilai 2
4) Untuk alternatif jawaban D dengan skor nilai 1
b. Analisa Uji Hipotesa
Karena penelitian ini merupakan korelasi ganda, maka dalam menganalisa dalam hasil penelitian berupa korelasi antara tingkat pendidikan orang tua dan dorongan orang tua terhadap prestasi belajar anak, sebelumnya penulis mencari rx1y terlebih dahulu, rx2y, rx1 x2 dan kemudian dicari rx1 x2y digunakan teknik analisa korelasional dengan rumus product moment dari karl Pearson yaitu :
1) Untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar anak menggunakan rumus :




Keterangan :
rx1y = Angka indek Korelasi " r " Product Moment

N = Number of Cases

∑X1Y = Jumlah hasil Perkalian antara skor X1 dan skor Y

∑X1 = Jumlah seluruh skor X1

∑Y = Jumlah seluruh skor Y

2) Untuk mencari pengaruh dorongan orang tua terhadap prestasi belajar anak menggunakan rumus :


Keterangan :

rx2y = Angka indek Korelasi " r " Product Moment

N = Number of Cases

∑X2Y = Jumlah hasil Perkalian antara skor X2 dan skor Y

∑X2 = Jumlah seluruh skor X2

∑Y = Jumlah seluruh skor Y

3) Untuk mengetahui korelasi antara tingkat pendidikan dan dorongan orang tua terhadap prestasi belajar anak menggunakan rumus :


Keterangan :

rxy = Angka indek Korelasi " r " Product Moment

N = Number of Cases

∑X1Y = Jumlah hasil Perkalian antara skor X1 dan skor Y

∑X1 = Jumlah seluruh sekor X1

∑Y = Jumlah seluruh sekor Y

4) Untuk mencari nilai koefisien korelasi ganda tingkat pendidikan orang tua dan dorongan orang tua terhadap prestasi belajar anak maka menggunakan rumus :

rx1x2y = √ rx1y2 + rx2y2 – 2. rx1y . rx2y . rx1x2
1 – (rx1x2)2

Keterangan :

rx1x2y = Korelasi ganda antara x1 x2 dan y

rx1y = Korelasi antara rx1 y

rx2y = Korelasi antara rx2 y

rx1x2 = Korelasi antara rx1 x2

c. Analisis Lanjut
Dari Analisis uji hipótesis dengan menggunakan rumus product moment akhirnya dapat diketahui hasil penelitian . Setelah diketahui hasilnya maka hasil penelitian atau “ Pengaruh tingkat pendidikan dan dorongan orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang tahun pelajaran 2010 / 2011 , kemudian hasil tersebut diinterpretasikan dengan nilai r dalam tabel taraf signifikasi 5 % dan 1 % sebagai berikut:
1) Jika nilai r observasi adalah “ signifikan “ atau hipótesis yang telah diajukan diterima .
2) Jika nilai r observasi lebih kecil dari pada nilai r dalam tabel berarti hasil penelitian adalah “ Non signifikan “ atau hipotesisi yang telah diajukan ditolak .

I. SISTEMATIKA PENYUSUNAN SKRIPSI
Sistematika penulisan skripsi merupakan hal yang sangat penting karena mempunyai fungsi untuk menyatakan garis-garis besar dari masing-masing bab yang saling berkaitan dan berurutan. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kekeliruan dalam penyusunannya, sehingga terhindar dari kesalahan ketika penyajian pembahasan masalah.
Pada bagian awal memuat beberapa halaman,diantaranya adalah : Halaman Judul, halaman nota pembimbing, halaman pengesahan, halaman abstrak, halaman pernyataan keaslian skripsi, halaman motto, halaman persembahan, halaman kata pengantar, halaman pedoman transliterasi arab – latin, halaman daftar isi, halaman daftar tabel.
Bab I adalah Pendahuluan. Yang terdiri atas latar belakang masalah penulisan skripsi, alasan pemilihan judul, telaah pustaka untuk memberi gambaran sekilas tentang penelitian serupa yang telah dilakukan, rumusan masalah, penegasan istilah untuk menghindari kerancauan pemahaman dan untuk membatasi permasalahan sebagai variabel untuk dicari jawabannya, tujuan dan manfaat penelitian sebagai arah untuk mendapatkan jawaban, rumusan hipotesis, metodologi penelitian yang mengemukakan sumber data dan metode pengumpulan data serta metode analisis data, dan yang terakhir adalah sistematika pembahasan skripsi sebagai garis-garis besar pembahasan skripsi.
Bab II yaitu tinjauan umum tentang pendidikan orang tua, dorongan orang tua dan prestasi belajar, terdiri dari : Pengertian Pendidikan, Faktor-faktor yang mempengaruhi pendidikan, jalur, jenis, jenjang dan fungsi pendidikan. Dorongan atau motivasi, meliputi pengertian dorongan atau motivasi, macam-macam dorongan atau motivasi dan fungsi dorongan atau motivasi. Hakikat prestasi belajar meliputi pengertian prestasi belajar. Pengaruh tingkat pendidikan dan dorongan orang tua terhadap prestasi belajar siswa meliputi pengertian orang tua, Tingkat pendidikan formal orang tua, dan tugas dan peran orang tua. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar.
Bab III membahas data – data yang diambil dari lapangan , yang terdiri dari : Sejarah singkat MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang, Visi dan Misi MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang, Keadaan lingkungan sosial sekitar, Biodata guru MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang, Biodata karyawan MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang. Deskripsi hasil penelitian dan Deskripsi data.
Bab IV analisis tentang pengaruh tingkat pendidikan dan dorongan orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang tahun pelajaran 2010/2011. Agar diketahui hubungannya yang merupakan hasil akhir penelitian yang dilakukan. Dalam bab ini ada 3 analisis, yaitu analisis pendahuluan, analisis uji hipotesis, dan analisis lanjut.
Bab V berisi tentang simpulan pengaruh tingkat pendidikan dan dorongan orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang tahun pelajaran 2010/2011, saran untuk kemajuan di masa mendatang dan kata penutup sebagai akhir dari penulisan skripsi ini. Setelah itu dilanjutkan dengan bagian akhir yang memuat daftar pustaka dan lampiran-lampiran.


BAB II
PENDIDIKAN ORANG TUA, DORONGAN ORANG TUA
DAN PRESTASI BELAJAR


A. PENGERTIAN PENDIDIKAN

Dalam upaya agar manusia dapat menjalankan fungsi kemanusiaannya, maka diperlukan suatu sarana agar fungsi tersebut dapat terlaksana, dan pendidikan adalah salah satunya. Pendidikan merupakan masalah yang sangat penting dalam kehidupan,bahkan sama sekali tidak bisa dipisahkan dari kehidupan, baik dalam kehidupan keluarga, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Maju mundurnya suatu bangsa sebagian besar ditentukan oleh maju mundurnya pendidikan di negara tersebut, sebab pembangunan ekonomi, sosial budaya, politik maupun pertahanan dan keamanan suatu bangsa dan negara, mutlak memerlukan keikut sertaan upaya pendidikan untuk menstimulir dan menyertai dalam setiap fase dari proses pembangunan.
Pengertian pendidikan adalah aktifitas dan usaha manusia untuk meningkatkan kepribadiannya dengan jalan membina potensi-potensi pribadinya yaitu rokhani ( pikir, cipta, rasa, karsa dan budi nurani ) serta jasmani ( panca indra dan ketrampilan - ketrampilan ) . Pendidikan lebih dari sekedar pengajaran, karena dalam kenyataan pendidikan adalah suatu proses dimana suatu bangsa atau negara membina dan mengembangkan kesadaran diri diantara individu – individu . Dengan kesadaran tersebut, suatu bangsa atau negara dapat mewariskan kekayaan budaya atau pemikiran kepada genarasi berikutnya.
Para ahli pendidikan telah banyak yang mengartikan pendidikan. Pengertian-pengertian yang diberikan beragam sekali, sehingga terjadi perbedaan – perbedaan tergantung tokoh itu memandangnya. Walaupun ada perbedaan pandangan tentang pengertian pendidikan,secara umum terdapat kesamaan didalam merumuskan pengertian tersebut.
Secara etimologis kata pendidikan berasal dari kata “didik” yang mendapatkan awalan pe- dan akhiran –an , maka menjadi “pendidikan” . Dalam bahasa Arab disebut “Tarbiyah”, yang berasal dari kata “ Rabba “. Sebagaimana yang tercantum dalam surat Al – Isra’ ayat 24, yang berbunyi :
           
Artinya : “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".( Q.S. Al – Isra’ 24 )
Menurut epistimologi para ahli mengemukakan berbagai arti tentang pendidikan. Crow and Crow mengatakan bahwa pendidikan adalah proses yang berisi berbagai macam kegiatan yang cocok bagi individu untuk kehidupan sosialnya dan membantu meneruskan adat dan budaya serta kelembagaan sosial dari generasi ke generasi. Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti ( kekuatan batin,karakter ) pikiran ( intelek ) dan tubuh anak.
Menurut Jefferson, pendidikan adalah syarat mutlak dari kemerdekaan. Tanpa kemerdekaan pendidikan menjadi tidak mungkin.
Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahkan pendidikan ialah usaha manusia secara sadar bertujuan mengembangkan jasmani dan rohani anak didik sampai tujuan yang dicita-citakan oleh pendidikan , hal ini mengandung arti bahwa pendidikan merupakan merupakan suatu proses yang kontinyu.
Konsep yang lebih jelas dan tegas bahkan mudah di pahami banyak orang adalah pendidikan yang dirumuskan dalam UU. SISDIKNAS No.20 Tahun 2003,Bab 1 , Pasal 1, butir 1 :
“ Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara”

1. Faktor Yang Mempengaruhi Pendidikan
Kelancaran proses pendidikan dan keberhasilan pendidikan tidak dapat dibebankan secara berat pada salah satu factor pendidikan saja. Faktor yang mempengaruhi pendidikan meliputi anak didik, pendidik, tujuan pendidikan, bahan pendidikan, metode pendidikan, dan lingkungan pendidikan. Ke enam factor tersebut saling berkaitan satu dengan yang lainnya.
Dari keenam faktor diatas, yang paling menentuakan adalah pendidik atau guru. Guru dalam hal ini yang telah memiliki syarat-syarat tertentu seperti pembinaan yang diperolehnya, kemampuan atau ketrampilannya dalam melakukan tugas sebagai guru, kepribadiannya atau falsafah hidup yang dianutnya, tujuan guru dalam melakukan tugas guru, teori belajar dan mengajar yang dianutnya. Semua itu akan memberi cap pada pekerjaannya dan menentukan hasil pendidikan yang diberikan.

2. Jalur, Jenis, Jenjang dan Fungsi Pendidikan
Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003, ketentuan tentang jalur, jenis dan jenjang pendidikan terdapat dalam bab VI pasal 13, 14, 15 dan 16 .
a. Jalur Pendidikan
Sesuai dengan pasal 13 ayat I UU Sisdiknas no. 20 tahun 2003 dijelaskan bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, non formal dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya .
Jalur pendidikan yang dimaksud oleh penulis disini adalah tingkat pendidikan formal, dimana sekolah sebagai tempat berlangsungnya pendidikan formal melaksanakan tugas pendidikan yang disesuaikan dengan tahapan kemampuan peserta didik sehingga perlu adanya jenjang-jenjang pendidikan.
Pendidikan formal ialah pendidikan yang mempunyai bentuk atau organisasi tertentu seperti terdapat di sekolah atau universitas. Contoh dari pendidikan formal antara lain, untuk bidang pendidikan umum yakni : SD 6 tahun, SMP 3 tahun dan SMA 3 tahun.
b. Jenis Pendidikan
Sesuai dengan pasal 15 UU sisdiknas no.20 th. 2003 bahwa jenis pendidikan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi, keagamaan dan khusus.

c. Jenjang Pendidikan
Istilah jejang pendidikan dapat dikatakan sebagai tahapan atau tingkatan yang akan ditempuh dalam pendidikan.
Dalam UU Sisdiknas pasal 14 dinyatakan bahwa jenjang pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.
Pendidikan dasar diselenggaraka untuk mengembangkan sikap, kemampuan serta membentuk pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk hidup di masyarakat. Selain itu berfungsi juga sebagai landasan untuk jenjang pendidikan menengah, karena tidak cukup hanya mengenyam pendidikan dasar saja untuk memperluas wawasan dan pengetahuan. Khusus bagi wanita dalam membina rumah tangganya dengan segala problemnya nanti.
Pendidikan menengah diselenggarakan untuk melanjutkan dan meluaskan pendidikan dasar dan juga memiliki kemampuan mengenai hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial budaya dan juga alam sekitarnya. Dalam pendidikan menengah ini kedewasaan seseorang mulai tumbuh dan berkembang dalam menentukan jalan hidup yang akan dijalaninya.
Pendidikan tinggi diselenggarakan untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan professional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian.
Dengan pendidian tinggi inilah, seseorang dalam hal ini adalah orang tua khususnya Ibu diharapkan mampu mengahadapi masalah yang dihadapi baik oleh diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Sehingga seorang Ibu dalam sebuah rumah tangga diharapkan dapat mengenyam pendidikan tinggi sebagai bekal wawasan yang akan menuntunnya dalam kedewasaan berfikir dan bertindak di dalam rumah tangganya sehingga menjadi keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah atau dalam bahasa kita menjadi keluarga sejahtera.
Jadi yang dimaksud tingkat pendidikan dalam penulisan skripsi itu adalah pendidikan yang berstruktur dan berjenjang dengan periode tertentu serta memiliki program dan tujuan yang disesuaikan dengan jenjang yang diikuti dalam mendidik.

d. Fungsi Pendidikan
Sebagaimana tercantum dalam Pasal 3 UU Sisdiknas, fungsi pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab .

B. DORONGAN ATAU MOTIVASI
1. Pengertian Dorongan atau Motivasi
Untuk memperjelas pengertian motivasi, maka penulis mengambil pendapat pada ahli sebagai berikut :
a. Abraham Sperling, motivasi adalah suatu kecenderungan untuk beraktifitas, dimulai dari dorongan dalam diri (drive) dan diakhiri dengan penyesuaian diri.
b. Menurut R.S. Woodworth, bahwa motivasi sebagai suatu set yang dapat atau mudah menyebabkan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu (berbuat sesuatu) dan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.
c. Motivasi adalah pendorongan, suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhhi tindakan laku seseorang agar ia terggerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu.
d. Motivasi adalah dorongan atau rangsangan yang diberikan kepada seseorang agar memiliki kemauan untuk bertindak.
e. Motivasi adalah proses psikologis yang dapat menjelaskan perilaku seseorang.
Dari kita perolah dapat kita peroleh bahwa motivasi mengandung tiga komponen yaitu kebutuhan, dorongan dan tujuan.
Jadi motivasi adalah hal yang sudah menjadi aktuif pada saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan terasa sangat mendesak.

2. Macam-macam Dorongan atau Motivasi
Berdasarkan atas jalarannya, maka motif dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :
a. Motivasi Intrinsik
Motivasi intrinsik adalah motif-motif yang dapat berfungsi tanpa harus dirangsang dari luar. Mativasi ini juga sering disebut motivasi murni. Motivasi yang sebenarnya yang timbul dari diri siswa sendiri, misalnya keinginan untuk mendapat keterampilan tertentu, memperoleh informasi dan pengertian, mengembangkan sikap untuk berhasil, menyenangi kehidupan, keinginan diterima oleh orang lain, dan lain-lain.
Atau dengan kata lain dikatakan motif intrinsik jika yang mendorong untuk bertindak adalah nilai-nilai yang terkandung didalam objeknya itu sendiri.
b. Motivasi ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang berfungsi karena ada perngsangan dari luar. Pada dasarnya perbuatan yang kita lakukan sehari-hari banyak didorong oleh motif-motif ekstrinsik, tetapi banyak pual yang di dorong oleh motif-motif instrinsik, atau keduanya sekaligus. Meskipun demikian yang paling baik, terutama dalam hal belajar ialah motif instrinsik. Dengan motivasi yang ada tersebut maka siswa tidak akan goyah dan rapuh jika terdapat gangguan dan hambatandalam mencapai hasiil belajar (prestasi belajar) yang baik. Disamping itu denga prestasi yang kuat siswa akan berusaha sungguh-sungguh dalam belajar untuk mencapai sesuati yang diharapkan.

3. Fungsi Dorongan atau Motivasi dalam belajar
Motivasi sangat berperan dalam belajar, dengan motivasi inilah siswa menjadi tekun dan bergairah dalam proses belajar, dan dengan motivasi itu kualitas hasil belajar siswa (prestasi belajar) juga kemungkinannya dapat terwujud, siswa yang dalam proses belajar mempunyai motivasi yang kuat dan jelas pasti akan tekun berhasil belajarnya, kepastian itu dimungkinkan oleh sebab adanya ketiga fungsi motivasi sebagai berikut :
a. Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan . tanpa motivasi maka tidak akan timbul suatu perbuatan, seperti belajar.
b. Motivasi berfungsi sebagai mengarahkan perbuatan pencapaian tujuan yang diinginkan.
c. Motivasi berfungsi sebagai penggerak. Ia berfungsi sebagai mesin bagi mobil. Besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan.
Berdasarkan arti dan fungsi motivasi diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi itu bukan hanya berfungsi sebagi penentu terjadinya suatu perbuatan, tapi juga menentukan hasil perbuatan .
Motivasi akan mendorong untuk belajar atau melakukan sesuatu perbuatan dengan sungguh-sungguh ( tekun ) dan selanjutnya akan menentukan pula hasil pekerjaannya dan selanjutnya akan menentukan pula hasil pekerjaanya.
Disamping itu menurut Rama Yulis, motivasi memiliki beberapa peran dalam kehidupan manusia, minimal ada empat peran motivasi , yaitu : motivasi berperan sebagai pendorong manusia dalam melakukan sesuatu, motivasi berperan sebagai penentu arah dan tujuan, motivasi berperan sebagai penyeleksi perbuatan yang akan dilakukan oleh manusia dan motivasi berperan sebagai penguji sikap manusia dalam berbuat, termasuk perbuatan dalam beragama.

C. HAKIKAT PRESTASI BELAJAR
Istilah “ prestasi belajar “ dalam kehidupan sehari-hari yang menunjukkan pada suatu tingkat pencapaian keberhasialan seseorang dalam mencapai tijuan yang telah ditetapkan setelah melakukan beberapa usaha. Merupakan suatu kebanggaan bagi orang tua, guru dan siswa apabila ada siswa, apabila ada siswa yang memperoleh prestasi yang memuaskan dalam suatu belajar . Tidak sia-sia orang tua membiayai sekolah anaknya apabila anaknya memperoleh suatu prestasi yang memuaskan.
Begitu pula dengan guru yang mengajar, merupakan suatu kepuasan yang tak dapat dirasakan orang lain apabila siswanya memiliki prestasi belajar yang baik. Usaha yang diikutkan dalam mengajar dan mendidik, guru merasa mendapat imbalan yang tak ternilai harganya apabila melihat prestasinya baik.
Dalam kaitannya dengan prestasi belajar ini memberikan definisi bahwa “ prestasi belajar adalah penilaian terhadap hasil belajar mahasiswa untuk mengetahui sejauh mana ia telah mencapai sasaran belajar “
Sedangkan menurut Purwadarminto, yang dimaksud dengan prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai, dilakukan atau dikerjakan oleh seseorang.
Dari pendapat tersebut diatas dapat kita peroleh suatu kesimpulan bahwa prestasi belajar merukan suatu nilai yang mewujudkan hasil belajar terakhir yang dicapai seorang siswa menurut kemampuannya setelah mengikuti pendidikan disekolah dalam jangka waktu tertentu.
Di sekolah, belajar merupakan inti sekolah yang dilakukan siswa, dalam kegiatan ini yang dikenal dengan Proses Belajar Mengajar ( PBM ), para siswa mempelajari bahan atau materi yang disampaikan oleh guru. Proses belajar mengajar tersebut berlangsung dalam proses jangka waktu, untuk mengetahui sejauh mana materi yang telah disampaiakan dapat dikuasai siswa, guru melakukan suatu penilaian yang bertujuan untuk mengetahui taraf perkembangan atau kemajuan yang telah dicapai siswa.
Karena waktu belajar siswa disekolah terbatas, maka lebih penting lagi proses belajar dirumah ini. Peranan keluarga dalam hal ini adalah peranan orang tua yang sangat penting. Secara tidak langsung, penilaian yang didapat siswa dalam proses belajar dalam kurun waktu tertentu merupakan perpaduan antara proses belajar mengajar yang dianjurkan guru di dalam kelas dan proses belajar siswa di rumah .
Jadi nilai raport yang diperoleh siswa merupakan gambaran proses belajar mengajar anak, baik di sekolah maupun di rumah. Dengan demikian nilai raport siswa yang didapat merupakan hasil belajar siswa.

D. PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN DORONGAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA

1. Pengertian Orang Tua
Orang tua adalah komponen keluarga yang terdiri dari ayah dan ibu , dan merupakan hasil dari sebuah ikatan perkawinan yang sah , yang dapat membentuk sebuah keluarga
Orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik , mengasuh dan membimbing anak – anaknya untuk mencapai tahapan tertentu yang menghantarkan anak untuk siap dalam kehidupan bermasyarakat .
Selain pengertian diatas , orang tua merupakan orang yang lebih tua atau orang yang dituakan . Namun umumnya di masyarakat pengertian orang tua itu adalah orang yang telah melahirkan kita kedunia ini , ayah dan ibu . . Ayah dan ibu selain melahirkan kita ke dunia ini , juga yang mengasuh dan yang telah membimbing kita dengan cara memberikan contoh yang baik dalam menjalani kehidupan sehari – hari .Orang tua juga yang memperkenalkan kita dalam hal – hal yang terdapat di dunia ini dan menjawab secara jelas tentang sesuatu yang tidak kita mengerti.
Maka pengetahuan yang pertama diterima oleh anak adalah orang tuanya. Karena orang – tua adalah pusat kehidupan jasmani dan rohani anak dan sebagai penghantar anak mengenali lingkungan alam sekitarnya. Sikap dan reaksi emosi anak serta pemikirannya dikemudian hari dipengaruhi oleh sikap orang tuanya pada saat masih dalam asuhannya.
Jadi orang tua ayah dan ibu memegang peranan yang penting dan amat berpengaruh atas pendidikan anak – anak . Sejak seorang anak lahir , ibunyalah yang selalu ada disampingnya, oleh karena itu ia akan meniru perangai ibunya dan biasanya seorang anak lebih cinta kepada ibunya , apabila ibu itu menjalankan tugasnya sebagai ibu dengan baik dan penuh kasih sayang . Ibu merupakan orang yang mula – mula dikenal anak yang menjadi temannya dan yang pertama untuk dipercayainya .

2. Tingkat Pendidikan Formal Orang Tua
Tingkat pendidikan orang tua adalah tingkat pendidikan akhir yang dimiliki oleh orang tua, apakah itu tingkat pendidikan Sekolah Dasar ( SD ), Sekolah Menengah Pertama ( SMP ), Sekolah Menengah Atas ( SMA ), Akademi, Institut atau Universitas .
Pendidikan merupakan proses yang berlangsung terus selama manusia hidup dan tumbuh. Berlangsungnya pendidikan selalu melalui proses belajar. Karena itu, semakin banyak orang belajar, akan semakin bertambah pengetahuan, pengalaman serta pengertian tentang sesuatu. Belajar tanpa disadari mempengaruhi kepribadian orang tua, baik dalam sikap, berpikir maupun cara bertindak.
Orang tua yang mempunyai latar belakang pendidikan yang berbeda, masing – masing akan mempunyai pengaruh yang berbeda dalam cara membimbing belajar anaknya. Usaha untuk memperoleh pengetahuan salah satunya adalah memulai pendidikan formal, karena tingkat pendidikan formal yang dialami orang tua akan menentukan banyak tidaknya pengetahuan yang diperoleh dan ia miliki , terutama pengetahuan yang diperlukan untuk memberikan bimbingan kepada anak dalam belajar di rumah.

3. Tugas Dan Peran Orang Tua
Tugas dan peran orang tua terhadap anaknya dapat dikemukakan sebagai berikut : mengasuh , membesarkan dan mengarahkan menuju kepada kedewasaan serta menanamkan norma Agama , nilai – nilai moral dan sosial yang berlaku di masyarakat .
Disamping itu orang tua juga harus mampu mengembangkan potensi anak , memberi teladan dan mampu mengembangkan pertumbuhan kepribadian dengan penuh tanggung jawab dan penuh kasih sayang. Secara sadar orang tua mengemban kewajiban untuk memelihara dan membina anaknya sampai ia mampu berdiri sendiri ( dewasa ) , baik secara fisik , sosial , ekonomi , maupun moral serta keagamaannya .
Dasar – dasar tanggng jawab orang tua terhadap pendidikan anaknya meliputi :
a. Dorongan / motivasi kasih sayang yang menumbuhkan sikap rela mengabdikan hidupnya untuk seorang anak .
b. Dorongan / motivasi kewajiban moral sebagai konsekwensi kedudukan orang tua terhadap keturunannya meliputi nilai relegius yang dijiwai Ketuhanan Yang Maha Esa serta menjaga martabat dan kehormatan keluarga .
c. Tanggung jawab sosial berdasarkan kesadaran bahwa keluarga sebagai anggota masyarakat , bangsa dan negara , bahkan kemanusiaan.
Orang tua adalah bagian dari keluarga , yang merupakan tempat pendidikan dasar utama untuk menjadikan kedewasan anak , juga merupakan tempat anak pertama kali menerima pendidikan dan bimbingan dari orang tua , di dalam keluarga inilah tempat meletakkan dasar – dasar kepribadian anak pada usia yang masih muda, karena pada usia ini anak lebih peka terhadap pengaruh dari pendidikannya. Maka orang tua mempunyai peranan yang sangat besar dalam pembentukan kejiwaan anak serta mempengaruhi kehidupan sang anak. Kelahiran dan kehadiran seorang anak dalam keluarga secara alamiyah memberikan adanya tanggung jawab dari pihak orang tua. Tanggung jawab ini didasarkan atas motivasi cinta kasih , yang pada hakikatnya juga dijiwai oleh tanggung jawab moral .
Orang tua mempunyai tanggung jawab dalam mendidik dan menunjukkan kejalan yang benar , serta menjaganya dari perbuatan – perbuatan jahat sehingga terhindar dari api neraka , sesuai dengan firman Allah dalam surat At – tahrim ayat 6 yang berbunyi :
       ... 
Artinya : “ Hai orang-orang yang beriman , peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka “ ( Q.S. At-tahrim : 6 )

Disinilah letak tanggung jawab orang untuk mendidik anak – anaknya , karena anak adalah amanah Allah yang diberikan kepada kedua orang tua yang kelak akan diminta pertanggung jawaban atas pendidikan anak – anaknya .
Orang tua bertanggung jawab terhadap pendidikan anak – anaknya , untuk menerima tanggung jawab yang penting ini , maka harus mempersiapkan diri sebelum dan sesudah menikah , tanggung jawab orang tua tidaklah terbatas dalam memberi makan , pakaian dan perlindungan saja , akan tetapi ia juga terikat dalam tugas mengembangkan pikiran dan upaya untuk melatih anaknya secara fisik , spirit , moral , dan sosial . Dalam segala hal, orang tua harus bertindak sebagai pelindung anak dan orang tua perlu memiliki ilmu pengetahuan yang bermanfaat.
Seorang ayah, disamping memiliki kewajiban untuk mencari nafkah bagi keluarganya , dia juga berkewajiban untuk mencari tambahan ilmu bagi dirinya , karena dengan ilmu – ilmu itu dia akan dapat membimbing dan mendidik diri sendiri dan keluarganya menjadi lebih baik . Demikian pula halnya dengan seorang ibu , disamping memiliki kewajiban dalam pemeliharaan keluarga , dia pun tetap memiliki kewajiban untuk mencari ilmu . Hal tersebut penting karena ibulah yang selalu dekat dengan anak – anaknya .
Anak merupakan titipan Alloh , maka setiap orang tua harus menjaganya dan memeliharanya dengan baik dan setiap bayi yang lahir kedunia ini dilahirkan dalam keadaan fitrah ( suci ) sehingga peran manusia dewasalah yang sangat dibutuhkan oleh si bayi , karena ia lahir kedunia ini dalam keadaan fitrah ( suci ) . sebagaimana yang dipertegas oleh hadits :
عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَنَّهُ قاَلَ : كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَاَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ اَوْ يُنَصِّرَانِهِ اَوْ يُمَجِّساَنِهِ
Artinya : “ Dari Nabi Muhammad SAW. Bahwasanya berkata setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci , maka orang tuanyalah yang dapat menjadikan yahudi , atau nasrani atau majusi “
Hadits diatas menyatakan bahwa orang tua merupakan pemeran utama dalam mendidik anak , dalam hal ini adalah ibu . Secara kodrati bayi dilahirkan dalam keadaan suci , keluargalah yang dalam hal ini kedua orang tua yang mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk mendidik sesuai cita – cita orang tua tersebut . Hal ini disebabkan anak dilahirkan dalam keadaan tak berdaya , potensi yang ada hendaknya dikembangkan , sehingga secara kodrati anak melakukan pendidikan atau bimbingan dari orang dewasa .
Jadi tingkat pendidikan seseorang akan berpengaruh dengan perkembangan potensi yang dimilikinya . Bagaimana kepribadian anak di kemudian hari tergantung dari bagaimana ia berkembang dan perkembangkan oleh lingkungan hidupnya mengenai lingkungan hidup yang menjadi tokoh pusat adalah orang tua .

4. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Prestasi yang dicapai oleh seseorang merupakan hasil dari proses yang didalamnya terdapat interaksi dan berbagai faktor yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhinya , baik dari dalam diri ( faktor internal ) maupun dari luar diri ( faktor eksternal ) dalam jangka waktu tertentu. Tinggi rendahnya prestasi belajar juga bergantung dari faktor-faktor diatas .
Untuk meraih prestasi belajar yang baik banyak sekali faktor yang perlu diperhatikan . Menurut Sherter dan Stone , secara garis besar faktor – faktor yang mempengaruhi belajar dan prestasi belajar dapat digolongkan menjadi dua bagian , yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

a. Faktor Internal
Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri individu yang dapat mempengaruhi prestasi belajar . Faktor ini dapat dibedakan menjadi dua kelompok , yaitu faktor fisiologis dan faktor psikologis .
1. Faktor Fisiologis
Faktor fisiologis adalah faktor yang berhubungan dengan kesehatan panca indera .

(a). Kesehatan Badan
Untuk menempuh studi , siswa harus memperhatikan dan memelihara kesehatan tubuhnya. Keadaan fisik yang lemah dapat menjadi penghalang baginya dalam menyelesaikan program studinya. Dalam upaya memelihara kesehatan fisik , siswa harus memperhatikan pola makan dan pola tidur , dan untuk memperlancar metabolisme dalam tubuhnya. Adapun untuk meningkatkan ketangkasan fisik dibutuhkan olahraga yang teratur .
(b). Panca Indera
Diantara panca indera yang paling memegang peranan dalam belajar adalah mata dan telinga. Hal ini karena sebagian besar hal – hal yang dipelajari oleh manusia menggunakan kedua indera tersebut . Seseorang yang memiliki cacat fisik atau cacat mental akan mengalami kesulitan dalam menangkap pelajaran , dan hal tersebut mempengaruhi prestasi belajarnya.

2. Faktor Psikologis
Faktor psikologis yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa , antara lain sebagai berikut :
(a). Intelegensi
Pada umumnya prestasi belajar mempunyai kaitan yang erat dengan tingkat kecerdasan seseorang. Taraf intelegensi ini sangat mempengaruhi prestasi belajar seseorang .
Siswa yang mempunyai inetelegensi tinggi akan berpeluang lebih besar untuk mencapai prestasi lebih tinggi. Sebaliknya , siswa yang memiliki intelegensi rendah akan memiliki prestasi belajar yang rendah . Namun bukan suatu yang tidak mungkin jika siswa dengan taraf intelegensi rendah memiliki prestasi belajar tinggi dan sebaliknya .
(b). Sikap .
Sikap pasif , rendah diri dan kurang percaya diri merupakan faktor yang menghambat siswa dalam menampilkan prestasi belajarnya. Menurut Sarlito Wirawan, sikap adalah kesiapan seseorang untuk bertindak tertentu terhadap hal – hal tertentu. Sikap siswa yang pasitif terhadap mata pelajaran merupakan langkah awal yang baik dalam mencapai tujuan belajar .
(c). Motivasi
Motivasi belajar merupakan faktor psikis yang bersifat non intelektual, peranannya yang khas ialah hal gairah atau semangat belajar. Siswa yang memiliki motivasi kuat akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar .

b. Faktor Eksternal
Selain faktor – faktor yang ada dalam diri siswa, ada hal – hal lain diluar dirinya yang dapat mempengaruhi prestasi belajarnya. Yaitu :
1. Faktor Lingkungan Keluarga
(a). Sosial Ekonomi Keluarga
Dengan sosial ekonomi yang memadai, seseorang lebih berkesempatan mendapatkan fasilitas belajar yang lebih baik, mulai buku, alat tulis, hingga tempat belajar .
(b). Pendidikan Orang Tua
Orang tua yang telah menempuh jenjang pendidikan tinggi cenderung lebih memperhatikan dan memahami pentingnya pendidikan bagi anak – anaknya , dibandingkan dengan orang tua yang mempunyai jenjang pendidikan rendah .
(c). Perhatian Orang Tua Hubungan Antara Anggota Keluarga .
Dukungan keluarga merupakan pemacu semangat berprestasi bagi seseorang. Dukungan bisa secara langsung, berupa pujian atau nasihat, maupun secara tidak langsung seperti hubungan keluarga yang harmonis.

2. Faktor Lingkungan Tempat Belajar
(a). Sarana dan Prasarana
Kelengkapan fasilitas tempat belajar akan membantu kelancaran proses belajar mengajar ditempat belajar, selain bentuk ruangan , sirkulasi udara maupun situasi lingkungan akan dapat mempengaruhi proses belajar mengajar .
(b). Kompetensi Guru dan Siswa
Kualitas guru dan siswa sangat penting dalam meraih prestasi, kelengkapan sarana dan prasarana tanpa disertai kinerja yang baik dari para penggunanya akan sia – sia belaka .
(c). Silabus dan Metode Mengajar
Hal ini meliputi materi dan cara memberikan materi tersebut kepada siswa. Metode pembelajaran yang lebih interaktif sengat diperlukan untuk menumbuhkan minat dan peran serta siswa dalam kegiatan pembelajaran .

3. Faktor Lingkungan Masyarakat
(a). Sosial Budaya
Pandangan masyarakat tentang pentingnya pendidikan akan mempengaruhi kesungguhan pendidik dan peserta didik. Masyarakat yang masih memandang rendah pendidikan akan enggan mengirimkan anaknya ketempat belajar dan cenderung memandang rendah pekerjaan guru / pengajar .
(b). Partisipasi terhadap pendidikan
Bila semua pihak , mulai pemerintah sampai pada masyarakat bawah. Telah berpartisipasi dan mendukung kegiatan Pendidikan , setiap orang akan lebih menghargai dan berusaha memajukan pendidikan dan ilmu pengetahuan .
(c). Pengukuran Prestasi Belajar
Dalam dunia pendidikan , menilai merupakan suatu kegiatan penting dalam proses belajar dan mengajar. Penilaian prestasi belajar bidang akademik ini dicatat dalam sebuah raport . Dalam raport diketahui sejauh mana prestasi belajar seseorang siswa. Apakah siswa tersebut berhail atau gagal dalam suatu mata pelajaran. Menurut Sumadi Surya Barata , raport merupakan rumusan terakhir yang diberikan oleh guru mengenai kemajuan atau hasil belajar siswa selama masa tertentu.


BAB III
TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA , DORONGAN ORANG TUA DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII MTS THOLABUDDIN MASIN WARUNGASEM
KABUPATEN BATANG


A. GAMBARAN UMUM MTS THOLABUDDIN MASIN KECAMATAN WARUNGASEM KABUPATEN BATANG

1. Sejarah Singkat MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang
Madrasah Tsanawiyah Tholabuddin merupakan lembaga pendidikan yang didirikan pertama kali oleh masyarakat desa Masin pada tanggal 1 Januari 1967. Pada mulanya hanya memiliki 7 lokal , dengan jumlah siswa kelas I sebanyak 40 siswa , yaitu 20 siswa putra dan 20 siswa putri , kelas II berjumlah 15 siswa dengan 13 siswa putra dan 8 siswa putrid , kelas III sebanyak 22 siswa dengan 14 siswa putra dan 8 siswa putrid . jadi pada saat berdirinya memiliki siswa berjumlah 77 siswa dengan perincian 47 siswa putra dan 30 siswa putrid , dengan jumlah guru sebanyak 10 0rang . yang bertindak sebagai kepala madrasah pada waktu itu adalah Bapak K.H. Zaini , B.A .
Pada tahun 1977 Mts Tholabuddin didaftarkan ke Departemen Agama Kabupaten Batang . Selanjutnya madrasah ini di kelola oleh sebuah yayasan Tholabuddin mulai berdiri pada tahun 1985 yang diketuai oleh Bp. K.H. Muhtadi Mahfudz dengan akta pendirian yayasan no . 2 / yys / 1985 / PN / Batang .
Dalam perkembangannya MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang dari tahun ke tahun mengalamikemajuan pesat samapai sekaran. Dengan bukti sejumlah siswa sekarang sebanyak 480 siswa, 246 siswa putra dan 234 siswa putri. Jumlah sebanyak itu terbagi kedalam :
a. Kelas VII 4 lokal jumlah siswa 123, 74 putra dan 49 putri
b. Kelas VIII 5 lokal jumlah siswa 166, 88 putra dan 78 putri
c. Kelas IX 5 lokal jumlah siswa 191, 82 putra dan 109 putri
Dengan jumlah Guru PNS 6 orang, Guru Tetap Yayasan 24 orang, Guru Tidak Tetap 4 orang dan karyawan sebanyak 7 orang.
MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang pada saat ini dikepalai oleh Ibu Djauzaul Muniroh, B.A

2. Visi Dan Misi MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang
a. Visi
Beriman, berilmu, beramal, dan berprestasi menuju insan yang bertakwa dan sejahtera.
b. Misi
1) Menumbuhkan penghayatan dan pelaksanaan bimbingan secara islami sehingga meningkatkan kadar keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT
2) Melaksanakan proses Kegiatan Belajar Mengajar secara efektif
3) Menggali dan mengembangkan potensi dan kreatifitas siswa secara optimal
4) Menumbuhkan semangat bersaing secara sehat, santun dan kompetitif
3. Keadaan Lingkungan Sosial Sekitar
MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang adalah pendidikan formal dibawah naungan LP Ma’arif NU Kabupaten Batang yang terletak di pedesaan. Adanya madrasah ini masyarakat sangat mendukung dan antusias. Masyarakat pedesaan sekitarnya tergolong masyarakat menengah kebawah yang sangat agamis serta relatif jauh dari perkotaan, sehingga madrasah tersebut dapat berkembang lebih cepat, terutama di bidang agama. Selain itu madrasah ini didirikan oleh masyarakat secara penuh, baik perencanaan hingga pencarian sumber dananya baru sekitar 10 tahun sejak berdirinya pengurus yayasan mencari sumber lain diluar masyarakat, seperti pemerintah.

4. Biodata Guru MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang
Pada tahun pelajaran 2010 / 2011, MTs Tholabuddin memiliki tenaga pendidik yang terdiri dari 6 orang PNS, 24 Guru Tetap dan 4 orang Guru Tidak Tetap.
Berikut ini adalah tabel biodata guru MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang tahun pelajaran 2010/2011

TABEL III
BIODATA GURU MTS THOLABUDDIN MASIN
KECAMATAN WARUNGASEM KABUPATEN BATANG
TAHUN PELAJARAN 2010 / 2011

No NAMA NIP L/P TANGGAL LAHIR STATUS PENDIDIKAN JABATAN
1 Djauzaul Muniroh, BA P 14-04-1954 Non PNS D3 KAMAD
2 Kholis Miftah L 02-03-1968 Non PNS MA WAKA 1
3 Mis Shobah, BA P 28-28-1951 Non PNS MA GURU
4 Asmuni L 12-04-1950 Non PNS MA GURU
5 H.Maskur L 18-11-1959 Non PNS MA GURU
6 Drs.Farozi L 19-05-1967 Non PNS SMA GURU
7 Shobari,A.Ma L 27-08-1968 Non PNS D3 GURU
8 Zainal Arifin L 16-03-1952 Non PNS MA GURU
9 Dra. Aisyah P 30-08-1968 Non PNS S1 GURU
10 Mafrukhanah, S.Pd.I P 22-10-1969 Non PNS SI GURU
11 Nur Muzayim L 28-03-1971 Non PNS SMA GURU
12 Nur Fitriyah, S.Ag 150401729 30-11-1971 PNS S1 GURU
13 Hasyim Musthofa, A.Md L 12-12-1968 Non PNS D3 GURU
14 Tahtimatur R, S.Ag 15042787 P 27-06-1978 PNS S1 GURU
15 Siti Julaikah, S.Ag 150431295 P 30-07-1975 PNS S1 GURU
16 Muhammad Kasi, S.Ag 150429050 L 25-07-1975 PNS S1 GURU
17 H. Andi Afifuddin, S.E L 23-10-1976 Non PNS S1 GURU
18 Anjar Setianingsih, S.Pd 150430490 P 09-12-1979 PNS S1 GURU
19 Dirman , S.Pd L 02-05-1981 Non PNS S1 GURU
20 Yudi Ananing R, S.Ag 150361929 P 01-01-1979 PNS S1 GURU
21 Sigit Marfian P, S.Pd L 14-03-1983 Non PNS S1 GURU
22 Christianawati, S.Pd P 12-10-1980 Non PNS S1 GURU
23 Lukman Harun, S.Ag L 26-06-1973 Non PNS S1 GURU
24 Ahmad Maskub, S.Pd L 12-09-1975 Non PNS S1 GURU
25 Mu’amaroh, S.S P 20-03-1983 Non PNS S1 GURU
26 Zulfatun Nikmah, S.H.I P 19-07-1981 Non PNS S1 GURU
27 Anita Ulfa, S.Pd P 15-07-1985 Non PNS S1 GURU
28 Wahyu Agustina,S.Pd P 17-08-1984 Non PNS S1 GURU
29 May Linda Furry,S.Pd P 22-05-1986 Non PNS S1 GURU
30 Dwi Satriyanti P 14-12-1983 Non PNS S1 GURU
31 Khusnul Akib,S.pd P 14-02-1985 Non PNS S1 GURU
32 Susy Rokhana, S.Pd P 08-08-1981 Non PNS S1 GURU
33 Eka Risti Puji H,S.Pd P 20-03-1983 Non PNS S1 GURU
34 Siti Mariyana,S.Pd P 18-05-1981 Non PNS S1 GURU
35 Budi Santoso,S.H L 27-01-1976 Non PNS S1 GURU


5. Biodata Karyawan MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang
Untuk karyawan di MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang tahun pelajaran 2010/2011 terdiri dari 7 orang karyawan yaitu 1 orang tata usaha, 2 orang tenaga administrasi, 1 orang tenaga perpustakaan dan 3 orang penjaga.
Berikut ini adalah tabel biodata karyawan MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang tahun pelajaran 2010/2011

TABEL IV
BIODATA KARYAWAN MTS THOLABUDDIN MASIN KECAMATAN WARUNGASEM KABUPATEN BATANG
TAHUN PELAJARAN 2010 / 2011

No Nama L/P TGL Lahir Jabatan
1 Yaskur Djaelani L 04-02-1964 Ka.TU
2 Rohmat L 09-04-1962 Administrasi
3 Sri Asih P 07-05-1975 Administrasi
4 Dra Fathah P 24-04-1966 Perpustakaan
5 Cartono L 11-05-1966 Penjaga
6. Basrinuddin L 07-06-1988 Penjaga
7 Irwan L 03-01-1962 Penjaga


B. Deskripsi Hasil Penelitian Tingkat Pendidikan Orang Tua Siswa MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang
Data yang di peroleh dari variabel tingkat pendidikan orang tua diberi kode X1, kemudian dikuantitatifkan dengan cara memberi skor atau nilai jawaban responden.
Data tersebut didapat dari angket sebanyak satu pertanyaan tentang pendidikan terakhir yang pernah oleh orang tua siswa.
Untuk mengkuantitatifkan variabel X1 diberi kriteria skor nilai, dan selanjutnya menjumlahkan hasil perkalian tersebut untuk merngetahuinya dapat dilihat pada tabel berikut ini :

TABEL V
TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA SISWA KELAS VIII MTs THOLABUDDIN MASIN KECAMATAN WARUNGASEM KABUPATEN BATANG

No. Resp. Nama Orang Tua Nama Siswa Jawaban Nilai Jumlah
A B C D A x 4 3 2 1
1. Kunaezah Abdul Kafi - 1 - - - 3 - - 3
2. Ya’emah Afifudin - 1 - - - 3 - - 3
3. Faizah Agustina - 1 - - - 3 - - 3
4. Muslikhah Arizyul Fata - - 1 - - - 2 - 2
5. Siti Wadluah Ihwan S. - 1 - - - 3 - - 3
6. Khodiroh Ikhwanudin - - 1 - - - 2 - 2
7. Mustaghfiroh Isna Hidayati - - - 1 - - - 1 1
8. Musdalipah Khofid Sa’afi - - 1 - - - 2 - 2
9. Nur Laela Lilis Suryani - - - 1 - - - 1 1
10. Sutrimu Luqi Erfandi 1 - - - 4 - - - 4
11. Rianah M .Ali Burhan - - 1 - - - 2 - 2
12. Fatimah M. Ali Said 1 - - - 4 - - - 4
13. Kutipah M. Rifki K. - 1 - - - 3 - - 3
14. Zahratunnisa’ M. Syafiqur R. - 1 - - - 3 - - 3
15. Bariroh M. Teguh P. - - 1 - - - 2 - 2
16. Khuriyah M. Maulana I. - - 1 - - - 2 - 2
17. Rukanah Maimun - - 1 - - - 2 - 2
18. Nurul Sobah Maulana Aldi - - - 1 - - - 1 1
19. Siti Mayiah Mei Nur Sita - - 1 - - - 2 - 2
20. Suswati Milda Silfiya - - - 1 - - - 1 1
21. Khamah M. Khamim 1 - - - 4 - - - 4
22. Sumi’ah Muh. Rif’an - 1 - - - 3 - - 3
23. Miskiyah M. Riza - - 1 - - - 2 - 2
24. Sri Asih Nadia K. - 1 - - - 3 - - 3
25. Nur Rohmah Nailul Himah - 1 - - - 3 - - 3
26. Mustakhilah Nikmah - - 1 - - - 2 - 2
27. Sukariyah Ristin M. - 1 - - - 3 - - 3
28. Sutriya Sri Anah - - 1 - - - 2 - 2
29. Ra’odah Sumiati - - 1 - - - 2 - 2
30. Barokah Taufiqur R. - 1 - - - 3 - - 3
31. Istifah Ulfa Afina - 1 - - - 3 - - 3
32. Lu’lu’ul M. Vina Akmala - - - 1 - - - 1 1
33. Cohati Yuliati C. - - 1 - - - 2 - 2
Jumlah 79

Dari data diatas dapat di deskripsikan hasil penelitian Tingkat Pendidikan Orang Tua Siswa MTs Tholabuddin Masin Warungasem Kabupaten Batang tahun pelajaran 2010 / 2011 bahwa 3 responden menjawab A, 12 responden menjawab B, 13 responden menjawab C, dan 5 responden yang menjawab D  

C. Deskripsi Hasil Penelitian Dorongan Orang Tua Siswa MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang
Untuk mengetahui bagaimana dorongan orang tua siswa MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang pada kelas VIII maka langkah-langkah yang penulis tempuh yaitu menyebarkan angket kepada siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang. Angket ini berisi tentang pernyataan atau pertanyaan kepada siswa seputar kemampuan / penguasaan mereka tentang mata pelajaran dan kepedulian orang tua terhadap pendidikan anak .
Adapun penyajian datanya sebagai berikut :

TABEL VI
DORONGAN ORANG TUA SISWA KELAS VIII MTs THOLABUDDIN MASIN KECAMATAN WARUNGASEM KABUPATEN BATANG
TAHUN PELAJARAN 2010/2011

No. Resp. Nama Orang Tua Nama Siswa Jawaban Nilai Jumlah
A B C D A x 4 3 2 1
1. Kunaezah Abdul Kafi 16 1 - 3 64 3 - - 70
2. Ya’emah Afifudin 14 5 1 - 56 15 2 - 73
3. Faizah Agustina 11 6 2 1 44 18 4 1 67
4. Muslikhah Arizyul Fata 16 1 - 3 64 3 - - 70
5. Siti Wadluah Ihwan S. 6 7 5 2 24 21 10 2 57
6. Khodiroh Ikhwanudin 14 5 1 - 56 15 2 - 73
7. Mustaghfiroh Isna Hidayati 6 7 5 2 24 21 10 2 57
8. Musdalipah Khofid Sa’afi 11 6 2 1 44 18 4 1 67
9. Nur Laela Lilis Suryani 10 4 5 1 40 12 10 1 63
10. Sutrimu Luqi Erfandi 20 - - - 80 - - - 80
11. Rianah M .Ali Burhan 11 2 5 2 44 6 10 2 62
12. Fatimah M. Ali Said 6 7 5 2 24 21 10 2 57
13. Kutipah M. Rifki K. 12 2 5 1 48 6 10 1 65
14. Zahratunnisa’ M. Syafiqur R. 20 - - - 80 - - - 80
15. Bariroh M. Teguh P. 12 5 2 1 48 15 4 1 68
16. Khuriyah M. Maulana I. 12 2 5 1 48 6 10 1 65
17. Rukanah Maimun 6 7 5 2 24 21 10 2 57
18. Nurul Sobah Maulana Aldi 14 2 3 1 56 6 6 1 69
19. Siti Mayiah Mei Nur Sita 6 7 5 2 24 21 10 2 57
20. Suswati Milda Silfiya 14 5 1 - 56 15 2 - 73
21. Khamah M. Khamim 11 6 2 1 44 18 4 1 67
22. Sumi’ah Muh. Rif’an 7 5 4 4 28 15 8 4 55
23. Miskiyah M. Riza 14 5 1 - 56 15 2 - 73
24. Sri Asih Nadia K. 6 7 5 2 24 21 10 2 57
25. Nur Rohmah Nailul Himatul 7 5 4 4 28 15 8 4 55
26. Mustakhilah Nikmah 10 - 8 2 40 - 16 2 58
27. Sukariyah Ristin M. 16 1 - 3 64 3 - - 70
28. Sutriya Sri Anah 13 1 5 1 52 3 10 1 66
29. Ra’odah Sumiati 7 5 4 4 28 15 8 4 55
30. Barokah Taufiqur R. 11 4 3 2 44 12 6 2 64
31. Istifah Ulfa Afina 7 5 4 4 28 15 8 4 55
32. Lu’lu’ul M. Vina Akmala 12 2 5 1 48 6 10 1 65
33. Cohati Yuliati C. 14 2 3 1 56 6 6 1 69
Jumlah 2139

Dari data diatas dapat di deskripsikan hasil penelitian Dorongan Orang Tua Siswa MTs Tholabuddin Masin Warungasem Kabupaten Batang tahun pelajaran 2010 / 2011 bahwa yang menjawab A ada 372, B ada 127, C ada 105 dan D ada 54.


D. Data Prestasi Belajar Siswa MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang Tahun Pelajaran 2010 / 2011
Untuk mengetahui prestasi belajar siswa kelas VIII di MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang, maka penulis menggunakan metode dokumentasi nilai raport.
Data tersebut sudah merupakan data kuantitatif. Adapun datanya sebagai berikut :
TABEL VII
DATA PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII MTs THOLABUDDIN MASIN KECAMATAN WARUNGASEM KABUPATEN BATANG

No. Resp. Nama Orang Tua Nama Siswa Nilai Rata-rata

1. Kunaezah Abdul Kafi 77
2. Ya’emah Afifudin 77
3. Faizah Agustina 73
4. Muslikhah Arizyul Fata 76
5. Siti Wadluah Ihwan S. 60
6. Khodiroh Ikhwanudin 80
7. Mustaghfiroh Isna Hidayati 60
8. Musdalipah Khofid Sa’afi 60
9. Nur Laela Lilis Suryani 77
10. Sutrimu Luqi Erfandi 75
11. Rianah M .Ali Burhan 65
12. Fatimah M. Ali Said 60
13. Kutipah M. Rifki K. 70
14. Zahratunnisa’ M. Syafiqur R. 75
15. Bariroh M. Teguh P. 60
16. Khuriyah M. Maulana I. 65
17. Rukanah Maimun 65
18. Nurul Sobah Maulana Aldi 60
19. Siti Mayiah Mei Nur Sita 65
20. Suswati Milda Silfiya 80
21. Khamah M. Khamim 60
22. Sumi’ah Muh. Rif’an 69
23. Miskiyah M. Riza 77
24. Sri Asih Nadia K. 74
25. Nur Rohmah Nailul Himatul 65
26. Mustakhilah Nikmah 60
27. Sukariyah Ristin M. 73
28. Sutriya Sri Anah 60
29. Ra’odah Sumiati 60
30. Barokah Taufiqur R. 75
31. Istifah Ulfa Afina 65
32. Lu’lu’ul M. Vina Akmala 69
33. Cohati Yuliati C. 65
Jumlah 2252


BAB IV
ANALISIS TENTANG PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN DORONGAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII MTs THOLABUDDIN MASIN KECAMATAN WARUNGASEM KABUPATEN BATANG

Dalam bab ini akan diuraikan tentang analisis data yang mengarah pada penyelesaian permasalahan yang penulis ajukan dalam bab I yakni: Apakah ada pengaruh yang signifikan antara tingkat pendidikan dan dorongan orang tua terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII (delapan) MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang?
Adapun langkah-langkah yang penulis lakukan untuk mengalisis data tersebut dengan melalui tiga tahapan analisis, yaitu:
1. Analisis Pendahuluan
2. Analisis Uji Hipotesis
3. Analisis Lanjut

A. Analisis Pendahuluan
Pada tahap ini, penulis melakukan perhitungan-perhitungan awal dari data yang dipisahkan dan menyajikan data tentang variabel X dan variabel Y.
Angket yang disebar kepada responden (33 siswa) terdiri dari 20 butir pertanyaan dengan empat pilihan jawaban yaitu a, b, c, dan d. Adapun notasi nilai yang dipakai dapat dilihat pada tabel berikut:
TABEL VIII
NOTASI PEDOMAN NILAI
No. Kode Jawaban Kategori Nilai
1. A Sangat Baik 4
2. B Baik 3
3. C Sedang/Cukup 2
4. D Kurang 1
1. Analisis Data Variabel X1 (Tingkat Pendidikan Orang Tua Siswa Kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang)
Untuk lebih jelasnya mengenai tingkat pendidikan orang tua siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang dapat dilihat pada tabel V pada bab III. Adapun data hasil angket tentang tingkat pendidikan orang tua siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang dari yang terbesar hingga yang terkecil adalah sebagai berikut:

4 4 4 3 3 3 3
3 3 3 3 3 3 3
3 2 2 2 2 2 2
2 2 2 2 2 2 2
1 1 1 1 1

a. Mencari rata-rata variabel X1
Dari hasil tabel X1 dapat ditentukan nilai rata-rata yaitu dengan menggunakan rumus sebagai berikut:


= 2,39 dibulatkan 2,4.
Data diperoleh dari hasil angket dengan rentetan skor 0 sampai 4. Dari jumlah populasi 33 siswa, didapatkan skor tertinggi 4 dan skor terendah 1, skor nilai rata-rata hasil angket sebesar 2,4.


b. Menentukan frekuensi relatif atau prosentase
Untuk menentukan frekuensi relatif atau prosentase yaitu dengan menggunakan rumus :

TABEL IX
DISTRIBUSI FREKUENSI DATA TENTANG TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA SISWA KELAS VIII MTs THOLABUDDIN MASIN KECAMATAN WARUNGASEM KABUPATEN BATANG
No Nilai F. Absolut F. Relatif
1. 4 3 9%
2. 3 12 36%
3. 2 13 39%
4. 1 5 15%
Jumlah 33 100 %

Berdasarkan tabel di atas, maka nilai skor yang dominan adalah 2 yaitu 39 %, dan skor terendah adalah 4 yaitu 9 %.
Untuk dapat memberikan penilaian dari nilai tingkat pendidikan orang tua siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang yang memiliki rata-rata 2,4, maka dapat dilihat pada tabel berikut:
TABEL X
BOBOT NILAI
Interval Nilai Kualifikasi
4,0 Sangat Baik
3,0-3,9 Baik
2,0-2,9 Sedang/Cukup
1,0-1,9 Kurang

Berdasarkan tabel di atas, maka dapat dikatakan bahwa tingkat pendidikan orang tua siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang yang memiliki rata-rata 2,4 termasuk kategori sedang/cukup.
2. Analisis Data Variabel X2 (Dorongan Orang Tua Siswa Kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang)
Untuk lebih jelasnya mengenai dorongan orang tua siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang dapat dilihat pada tabel VI pada bab III. Adapun data hasil angket tentang dorongan orang tua siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang dari yang terbesar hingga yang terkecil adalah sebagai berikut:
80 80 73 73 73 73 70
70 70 69 69 68 67 67
67 66 65 65 65 64 63
62 58 57 57 57 57 57
57 55 55 55 55
c. Mencari rata-rata variabel X
Dari hasil tabel X dapat ditentukan nilai rata-rata yaitu dengan menggunakan rumus sebagai berikut:


= 64,81 dibulatkan 65.
Data diperoleh dari hasil angket siswa dengan rentetan skor 0 sampai 80. Dari jumlah populasi 33 siswa, didapatkan skor tertinggi 80 dan skor terendah 55, skor nilai rata-rata hasil angket sebesar 65.

d. Menentukan frekuensi relatif atau prosentase
Untuk menentukan frekuensi relatif atau prosentase yaitu dengan menggunakan rumus :

TABEL XI
DISTRIBUSI FREKUENSI DATA TENTANG DORONGAN ORANG TUA SISWA KELAS VIII MTs THOLABUDDIN MASIN KECAMATAN WARUNGASEM KABUPATEN BATANG
No Interval Kelas F. Absolut F. Relatif
1. 65 – 80 19 57,58 %
2. 50 – 64 14 42,42 %
3. 35 – 49 - -
4. 20 – 34 - -
Jumlah 33 100 %

Berdasarkan tabel di atas, maka nilai skor yang dominan adalah 65-80 yaitu 57,58 %, dan skor terendah adalah 50-64 yaitu 42,42 %.
Untuk dapat memberikan penilaian dari nilai dorongan orang tua siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang yang memiliki rata-rata 65, maka dapat dilihat pada tabel berikut:
TABEL XII
BOBOT NILAI
Interval Nilai Kualifikasi
65 – 80 Sangat Baik
50 – 64 Baik
35 – 49 Sedang/Cukup
20 – 34 Kurang

Berdasarkan tabel di atas, maka dapat dikatakan bahwa dorongan orang tua siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang yang memiliki rata-rata 65 termasuk kategori sangat baik.
3. Analisis Data Variabel Y (Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang)
Kemudian untuk mengetahui data tentang prestasi belajar siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang dapat dilihat pada tabel VII pada bab III. Adapun data dari yang terbesar hingga yang terkecil adalah sebagai berikut :

80 80 77 77 77 77 77
76 76 75 75 75 74 73
73 73 73 70 70 69 69
65 60 60 60 60 60 60
60 60 60 60 57

a. Mencari rata-rata variabel Y
Dari hasil tabel Y dapat ditentukan nilai rata-rata sebagai berikut:


= 68,24 dibulatkan 69.
Data diperoleh dari hasil angket siswa dengan rentangan skor antara 0 sampai 80. Dari jumlah populasi 33 siswa didapat skor tertinggi 80 dan skor terendah 57, skor nilai rata-rata hasil angket sebesar 69.

b. Menentukan frekuensi relatif atau prosentase
Untuk menentukan frekuensi relatif atau presentase dengan menggunakan rumus :

TABEL XIII
DISTRIBUSI FREKUENSI DATA TENTANG PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII MTs THOLABUDDIN MASIN KECAMATAN WARUNGASEM KABUPATEN BATANG
No Interval Kelas F. Absolut F. Relatif
1. 65 – 80 22 66,66 %
2. 50 – 64 11 33,34 %
3. 35 – 49 - -
4. 20 – 34 - -
Jumlah 33 100 %

Berdasarkan tabel di atas, maka nilai skor yang dominan adalah 65-80 yaitu 66,66 %, dan skor terendah adalah 50-64 yaitu 33,34 %.
Untuk dapat memberikan penilaian terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang yang memiliki rata-rata 69, maka dapat dilihat pada tabel berikut:
TABEL XIV
BOBOT NILAI
Interval Nilai Kualifikasi
65 – 80 Sangat baik
50 – 64 Baik
35 – 49 Sedang/Cukup
20 – 34 Kurang

Berdasarkan tabel di atas, maka dapat dikatakan bahwa prestasi belajar siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang yang memiliki rata-rata 69 termasuk kategori sangat baik.

B. Analisis Uji Hipotesis
Pada penjelasan terdahulu disebutkan bahwa hipotesis penulis skripsi yang diajukan adalah “Ada Pengaruh yang Signifikan Antara Tingkat Pendidikan dan Dorongan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang”.
Dalam analisis pendahuluan telah diketahui nilai dari jawaban angket yang diberikan kepada responden berikut rata-ratanya. Dari nilai rata-rata ini kemudian diolah dalam tabel kerja sebagai berikut:

TABEL XV
TABEL KERJA PRODUCT MOMENT
No. Res. X1 X2 Y X12 X22 Y2 X1Y X2Y X1X2
1. 3 70 77 9 4900 5929 231 5390 210
2. 3 73 77 9 5329 5929 231 5621 219
3. 3 67 73 9 4489 5329 219 4891 201
4. 2 70 76 4 4900 5776 152 5320 140
5. 3 57 60 9 3249 3600 180 3420 171
6. 2 73 80 4 5329 6400 160 5840 146
7. 1 57 60 1 3249 3600 60 3420 57
8. 2 67 60 4 4489 3600 120 4020 134
9. 1 63 77 1 3969 5929 77 4851 63
10. 4 80 75 16 6400 5625 300 6000 320
11. 2 62 65 4 3844 4225 130 4030 124
12. 4 57 60 16 3249 3600 240 3420 228
13. 3 65 70 9 4225 4900 210 4550 195
14. 3 80 75 9 6400 5625 225 6000 240
15. 2 68 60 4 4624 3600 120 4080 136
16. 2 65 65 4 4225 4225 130 4225 130
17. 2 57 65 4 3249 4225 130 3705 114
18. 1 69 60 1 4761 3600 60 4140 69
19. 2 57 65 4 3249 4225 130 3705 114
20. 1 73 80 1 5329 6400 80 5840 73
21. 4 67 60 16 4489 3600 240 4020 268
22. 3 55 69 9 3025 4761 207 3795 165
23. 2 73 77 4 5329 5929 154 5621 146
24. 3 57 74 9 3249 5476 222 4218 171
25. 3 55 65 9 3025 4225 195 3575 165
26. 2 58 60 4 3364 3600 120 3480 116
27. 3 70 73 9 4900 5329 219 5110 210
28. 2 66 60 4 4356 3600 120 3960 132
29. 2 55 60 4 3025 3600 120 3300 110
30. 3 64 75 9 4096 5625 225 4800 192
31. 3 55 65 9 3025 4225 195 3575 165
32. 1 65 69 1 4225 4761 69 4485 65
33. 2 69 65 4 4761 4225 130 4485 138
Jml X1 = 79 X2 = 2139 Y =
2252 X12 = 213 X22 =
140327 Y2 =
155298 X1Y =
5401 X2Y =
146892 X1X2 =
5127

Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa dengan N=33 :
X1 = 79
X2 = 2139
Y = 2252
X12 = 213
X22 = 140327
Y2 = 155298
X1Y = 5401
X2Y = 146892
X1X2 = 5127
Karena penelitian ini merupakan korelasi ganda, maka dalam menganalisa dalam hasil penelitian berupa korelasi antara tingkat pendidikan orang tua dan dorongan orang tua terhadap prestasi belajar anak, sebelumnya penulis mencari rx1y terlebih dahulu, rx2y, rx1 x2 dan kemudian dicari rx1 x2y digunakan teknik analisa korelasional dengan rumus product moment dari karl Pearson yaitu :
1) Untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar anak menggunakan rumus :








2) Untuk mencari pengaruh dorongan orang tua terhadap prestasi belajar anak menggunakan rumus :








3) Untuk mengetahui korelasi antara tingkat pendidikan dan dorongan orang tua terhadap prestasi belajar anak menggunakan rumus :








4) Untuk mencari nilai koefisien korelasi ganda tingkat pendidikan orang tua dan dorongan orang tua terhadap prestasi belajar anak maka menggunakan rumus :








Dari perhitungan di atas dapat diketahui bahwa ro yang diperoleh adalah 0,560 sedangkan rt pada taraf signifikan 5% adalah 0,344 dan pada taraf signifikan 1% adalah 0,442. Jadi dikatakan bahwa :
ro = 0,560 > rt = 0,344 pada taraf signifikan 5%

ro = 0,560 > rt = 0,442 pada taraf signifikan 1%

TABEL XVI
INTERPRETASI NILAI ”r”
Besar Nilai “r” Interpretasi
0,900 – 1,000 Sangat tinggi
0,700 – 0,900 Tinggi
0,400 – 0,700 Cukup
0,200 - 0,400 Rendah
0,000 – 0,200 Sangat rendah

Dengan melihat tabel di atas, dapat diketahui bahwa angka korelasi variabel x dan variabel y bertanda positif atau korelasi searah. rxy = 0,560 berada pada interval 0,400 – 0,700 yang berarti interpretasi secara kasar menunjukkan antara x dan y termasuk dalam kategori cukup.
Hal ini berarti antara variabel x dan variabel y terdapat korelasi yang tinggi.

C. Analisis Lanjut
Dari tabel r di atas, diuji atau diinterpretasikan dengan tabel product moment.
Untuk mengetahui taraf signifikan, maka di bawah ini akan disajikan tabel “r” product moment, baik pada taraf signifikan 5% maupun 1%.
db = N – 2
= 33 – 2
= 31

TABEL XVII
NILAI “r” PRODUCT MOMENT
db = 31 Taraf Signifikan
5 % 1 %
0,344 0,442

Berdasarkan nilai “r” product moment dengan db = 31 pada taraf signifikan 5 % = 0,344 dan pada taraf signifikan 1 % = 0,442, sedangkan nilai ro (nilai yang diperoleh) = 0,560. Dengan demikian dapat dijelaskan sebagai berikut :
Untuk taraf signifikan 5%
rt = 0,344
ro = 0,560
Jadi ro > rt yang menandakan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak.
Ha = Tingkat pendidikan dan dorongan orang tua berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Warungasem Kabupaten Batang.
Ho = Tingkat pendidikan dan dorongan orang tua tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Warungasem Kabupaten Batang.
Untuk taraf signifikan 1 %
rt = 0,442
ro = 0,560
Jadi ro > rt yang menandakan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak.
Jadi dari hasil penentuan di atas, maka hipotesis yang penulis ajukan yaitu yang berbunyi “Ada Pengaruh yang Signifikan Antara Tingkat Pendidikan dan Dorongan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang”, dapat diterima.

BAB V
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Setelah melakukan penulisan berdasarkan data yang ada dan kemudian dianalisa sebagaimana diuraikan pada bab IV, maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Tingkat pendidikan orang tua siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang yang memiliki rata-rata 2,4 termasuk kategori sedang/cukup.
2. Dorongan orang tua siswa MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang termasuk kategori sangat baik yaitu dengan nilai rata-rata 65, nilai tersebut berada dalam interval 65-80 yang masuk klasifikasi sangat baik.
3. Prestasi belajar siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang termasuk dalam kategori sangat baik yaitu dengan nilai rata-rata 69, nilai tersebut berada dalam interval 65-80 yang masuk klasifikasi baik.
4. Tingkat pendidikan dan dorongan orang tua berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang, hal ini dapat dibuktikan pada taraf signifikan 5% dengan db = 31 didapat rt = 0,344, sedangkan rx1x2y = 0,560. Dengan demikian rx1x2y lebih besar dari pada rt. Maka hasilnya 0,560 > 0,344. Sedangkan pada taraf signifikan 1% dengan db = 31 didapat rt = 0,442, sedangkan rxy = 0,560. Dengan demikian rx1x2y lebih besar dari pada rt. Maka hasilnya 0,560 > 0,442. Hal ini berarti bahwa tingkat pendidikan dan dorongan orang tua berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang. Hasil penulisan ini menunjukkan hasil positif yaitu yang menandakan arah korelasi positif, yang berarti adanya hubungan antara tingkat pendidikan dan dorongan orang tua dengan prestasi belajar siswa kelas VIII MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang.
B. SARAN-SARAN
Setelah penulis membuat kesimpulan dari hasil penulisan, selanjutnya penulis membuat saran-saran yang mungkin dapat berguna khususnya bagi para orang tua dari siswa MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang, yaitu sebagai berikut:
1. Bagi orang tua, hendaknya terus mendorong dengan memotivasi anaknya agar rajin belajar. Tanpa dorongan dari orang tua, anak akan kurang termotivasi dalam belajar yang akan berpengaruh pada buruknya prestasi belajar di sekolah.
2. Bagi sekolah, hendaknya dapat menjalin hubungan (komunikasi) yang baik dengan para orang tua siswa agar masalah-masalah yang berkaitan dengan belajar siswa dapat diatasi.
3. Bagi siswa, hendaknya lebih giat dan tekun dalam belajar sehingga hasil atau prestasi belajarnya dapat terus meningkat dan menjadi lebih baik.

C. KATA PENUTUP
Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah, skripsi ini dapat terselesaikan dengan segala keterbatasan kemampuan penulis. Keberhasilan dalam penulisan penelitian ini banyak dukungan dari semua pihak, terutama Pembimbing Skripsi, Kepala Sekolah MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang, dan dorongan dari orang tua serta saudara yang selalu mendoakan sehingga penulisan skripsi ini dapat terselesaikan.
Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan dapat menjadi landasan untuk melangkah lebih lanjut dalam meningkatkan prestasi belajar siswa, khususnya siswa di MTs Tholabuddin Masin Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang, di masa yang akan datang. Amin.

DAFTAR PUSTAKA

Akilah,Umi, Pengaruh Motivasi Belajar di Rumah terhadap Prestasi belajar siswa (Studi kasus di MI Walisongo Salak Brojo Kedungwuni) (Skripsi),Semarang : FAI UNWAHAS,2009.

Arikunto,Suharsini, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik,Jakarta : Rineka Cipta,1996.

Assalamah, Al-Qur’an dan Terjemahnya ( transliterasi Arab – Latin ) , Semarang : Toha Putra, 2000.

B. Uno,Hamzah, Teori Motivasi dan Pengukurannya, Bandung : Bumi Aksara,1996.

Daryanto, Belajar dan Mengajar, Bandung : CV. Yrama Widya, 2010.

Em, Zul Fajri, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, t.t : Difa Publisher,2008.

Gumilang,Ratih, Pengaruh Pembelajaran Motivasi terhadap Prestasi Belajar Anak, studi kasus di panti asuhan yatim putri Aisyiyah. Pekajangan (Skripsi), Pekalongan : Fakultas Tarbiyah STAIN,2006.

Hadikusumo,Kunaryo, Pengantar Pendidikan, Semarang : IKIP Semarang Press, 1995.

Hikmat, Manajenem Pendidikan, Bandung : CV.Pustaka Setia ,2009.

Iskandar, Psikologi Pendidikan Sebuah Orientasi Baru , t.t : G.P Press, t.th.

Khadziq, Studi Korelasi Tingkat Pendidikan Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa, studi kasus di MTs NU Al-Utsmani, Gejlig,Kajen (Skripsi), Semarang : FAI UNWAHAS,2009.

Kusen, Korelasi Antara Tingkat Pendidikan Agama Islam SD Negeri Bligorejo 03 Kecamatan Doro, Pekalongan : Fakultas Tarbiyah STAIN, 2005.

Mustofa,Ibnu, Keluarga Islam Menyongsong abad 21 , Bandung : Albayan, 1997.

Nasrudin,Endin, Psikologi Manajemen, Bandung : CV Pustaka Setia, 2010.

Sobur,Alex, Psikologi Umum , Bandung : CV Pustaka Setia, 2009.

Sumantri,Mulyani, Perkembangan Peserta Didik , Jakarta : Universitas Terbuka , 2008.
Suryabrata,Sumardi, Metodologi Penelitian, Jakarta : ev. Raja Wali, 1983.

Surya,M., Bimbingan dan Konsling , Jakarta : Universitas Terbuka, 2006.

Syah,Muhibbin, Psikologi Belajar, Jakarta : Logos Wacana Ilmu , 2001.

Syamsul, Arifin Bambang, Psikologi Agama , Bandung : CV. Pustaka Setia, 2008.

Purwanto,M. Ngalim , Psikologi Pendidikan, Bandung : PT. Remaja Rosda Karya, 1990.

Undang Undang No. 20 , Sistem Pendidikan Nasional , Jakarta : CV. Tamita Utama , 2003.

Wahyudin,Dinn, Pengantar Pendidikan, Jakarta : Universitas Terbuka , 2007.

Wardani , Psikologi Belajar , Jakarta : Universitas Terbuka , 2005.

Winata,Putra Udin S, Teori Belajar dan Pembelajaran , Jakarta : Universitas Terbuka, 2008.


KISI-KISI ANGKET

No Variabel Dimensi Variabel Indikator Variabel No. Item
1. Tingkat Pendidikan Orang Tua (Var. X1) Pendidikan yang pernah ditempuh orang tua siswa Pendidikan yang pernah ditempuh orang tua siswa 1
2. dorongan orang tua (Var. X2 ) d. Dorongan berbentuk materi atau benda Orang tua anda menyediakan kamar/ruangan belajar
Orang tua anda menyediakan meja belajar
Orang tua anda menyediakan semua perlengkapan alat tulis menulis untuk belajar
Orang tua anda membeli buku-buku pelajaran yang anda butuhkan
Orang tua anda menyediakan pakaian seragam
Orang tua anda memberi hadiah jika anda mendapat prestasi belajar yang baik
Orang tua anda memberi makanan yang bergizi 2


3

4



5


6


7


8

e. Dorongan berbentuk ucapan atau perkataan Orang tua anda memberi pujian jika anda mendapatkan prestasi belajar yang baik
Orang tua anda mendorong agar rajin dan giat dalam belajar
Orang tua anda menyarankan agar masuk kelas terlebih dahulu sebelum pelajaran dimulai
Orang tua anda menganjurkan agar berteman dengan orang yang baik
Orang tua melarang keras anda agar tidak merokok dan obat-obat terlarang / narkoba
Orang tua anda menganjurkan agar anda mendapatkan prestasi belajar baik
Orang tua anda menganjurkan agar dapat terus melanjutkan sekolah sampai ke PT
Orang tua anda mengatakan hebat/ pintar jika anda mendapatkan prestasi yang baik
Orang tua anda menyuruh tetap belajar dikelas jika guru yang bersangkutan berhalangan hadir 9



10


11




12



13



14



15



16



17


f. Dorongan berbentuk tingkah laku / perbuatan Orang tua anda memberi hukuman / sangsi kalau anda bolos sekolah
Orang tua anda mengacungkan jempol jika anda mendapatkan prestasi belajar yang baik
Orang tua anda mencium atau mengusap-usap kepala anda, jika anda mendapatkan prestasi belajar yang baik
Orang tua anda memeluk jika anda memperoleh prestasi belajar yang baik 18


19



20




21

ANGKET TINGKAT PENDIDIKAN
DAN DORONGAN ORANG TUA


A. Tujuan dan Petunjuk
1. Angket ini bertujuan ilmiah, disebarkan untuk mengumpulkan data dalam rangka studi kesarjanaan (SI) Pendidikan Agama Islam Universitas Wahid Hasyim Semarang
2. Jawablah pertanyaan dibagian poin ( C ) dengan memberi tanda silang ( X ) pada jawaban yang menurut anda benar
3. Isilah biodata ini dengan jelas
4. Atas segala perhatian dan partisipasinya kami ucapkan terima kasih

B. Biodata Responden
1. Nama : ______________________________
2. Kelas / semester : ______________________________
3. Nama Ibu kandung : ______________________________

C. Daftar Pertanyaan
1. Apa pendidikan terakhir Ibu anda
a. SI / S II / S III
b. SLTA / SMA / MA
c. SLTP / SMP /MTs
d. SD / MI
2. Apakah orang tua Orang tua anda menyediakan kamar/ruangan belajar?
a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah
3. Apakah Orang tua anda menyediakan meja belajar ?
a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah

4. Apakah Orang tua anda menyediakan semua perlengkapan alat tulis menulis untuk belajar?
a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah
5. Apakah Orang tua anda membeli buku-buku pelajaran yang anda butuhkan ?
a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah
6. Apakah Orang tua anda menyediakan pakaian seragam ?
a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah
7. Apakah Orang tua anda memberi hadiah jika anda mendapat prestasi belajar yang baik?
a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah
8. Apakah Orang tua anda memberi makanan yang bergizi ?
a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah
9. Apakah Orang tua anda memberi pujian jika anda mendapatkan prestasi belajar yang baik ?
a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah
10. Apakah Orang tua anda mendorong agar rajin dan giat dalam belajar ?
a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah
11. Apakah Orang tua anda menyarankan agar masuk kelas terlebih dahulu sebelum pelajaran dimulai?
a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah
12. Apakah Orang tua anda menganjurkan agar berteman dengan orang yang baik?
a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah
13. Apakah Orang tua melarang keras anda agar tidak merokok dan obat-obat terlarang / narkoba ?
a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah
14. Apakah Orang tua anda menganjurkan agar anda mendapatkan prestasi belajar baik ?
a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah
15. Apakah Orang tua anda menganjurkan agar dapat terus melanjutkan sekolah sampai ke PT ?
a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah
16. Apakah Orang tua anda mengatakan hebat/ pintar jika anda mendapatkan prestasi yang baik ?
a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah
17. Apakah Orang tua anda menyuruh tetap belajar dikelas jika guru yang bersangkutan berhalangan hadir ?
a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah
18. Apakah Orang tua anda memberi hukuman / sangsi kalau anda bolos sekolah ?
a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah
19. Apakah Orang tua anda mengacungkan jempol jika anda mendapatkan prestasi belajar yang baik ?
a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah
20. Apakah Orang tua anda mencium atau mengusap-usap kepala anda, jika anda mendapatkan prestasi belajar yang baik ?
a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah
21. Apakah Orang tua anda memeluk jika anda memperoleh prestasi belajar yang baik ?
a. Selalu c. Kadang-kadang
b. Sering d. Tidak pernah




Hormat Kami
Uswatun Khasanah
076012457













INSTRUMEN DATA PRESTASI BELAJAR ANAK

Petunjuk

1. Jawablah pernyataan-pernyataan dibawah ini dengan sejujur-jujurnya !
2. Berilah tanda silang pada jawaban yang telah anda pilih diantara empat alternative jawaban yang ada !
3. Keempat alternatif tersebut adalah :
a. Sangat sering : SS
b. Sering : S
c. Jarang : J
d. Tidak pernah : TP
4. Selamat mengerjakan !
No DAFTAR PERTANYAAN SS S J TP
1 Saya bolos sekolah
2 Saya pulang jika Bapak/Ibu guru tidak hadir kesekolah
3 Buku-buku yang diberikan orang tua menbantu kreatifitas saya sehingga mendapatkan prestasi belajar yang memuaskan
4 Saya suka menyontek saat ujian atau ulangan
5 Orang tua saya memberi pujian atau hadiah jika nilai saya baik
6 Saya senang belajar di sekolah
7 Saya tidak membuat PR
8 Saya memperhatikan Ibu/Bapak guru saat mereka menerangkan/ menjelaskan materi
9 Saya patuh jika disuruh belajar dirumah
10 Saya datang kesekolah walaupun bel belum berbunyi
11 Saya mengerjakan PR walaupun tidak punya buku paket / panduan supaya paham mengenai pelajaran
12 Saya tekun dan ulet dalam pelajaran
13 Saya tidak masuk sekolah jika ada pelajaran yang tidak saya senangi / sukai
14 Saya ingin terus sekolah keperguruan tinggi dan kejenjang pendidikan selanjutnya yang lebih tinggi
15 Saya berseragam rapih juga bersih
16 Saya melaporkan keguru jika ada teman yang mengganggu dalam proses belajar mengajar
17 Saya mengikuti pelajaran dengan seksama dan tekun
18 Saya mempunyai jadwal belajar di rumah
19 Saya menggunakan waktu dengan baik untuk belajar di rumah supaya hasil belajar baik
20 Saya di sekolah memperoleh peringkat nilai/ rangking, juara 1 – 3
21 Saya di sekolah memperoleh peringkat nilai/ rangking, juara 4 -7
22 Saya di sekolah memperoleh peringkat nilai/ rangking, juara 8 - 10
23 Saya mendapatkan nilai 7 keatas dari hasil ulangan harian / tugas
24 Di raport saya, mendapat nilai rata-rata 7, sekian keatas
25 Saya mendapatkan hadiah dari orang tua dan dari guru katrena menjadi juara kelas / menjadi murid berprestasi

Hormat Kami

076012457




INSTRUMEN PERTANYAAN DATA PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP
PRESTASI BELAJAR SISWA

ANGKET PENELITIAN

Tujuan dan Petunjuk
1. Angket ini bertujuan ilmiah, disebarkan untuk mengumpulkan data dalam rangka studi kesarjanaan (SI) di Pendidikan Agama Islam Universitas Wahid Hasyim Semarang
2. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan sejujur-jujurnya !
3. Berilah tanda silang pada jawaban yang telah anda pilih diantara empat alternative jawaban yang ada !
4. Keempat alternatif tersebut adalah :
Sangat sering : SS
Sering : S
Jarang : J
Tidak pernah : TP
5. Selamat menerjakan !
NO DAFTAR PERTANYAAN SS S J TP
1 Apakah orang tua anda menyediakan tempat/ruangan belajar
2 Apakah orang tua anda Menyediakan bangku di ruangan belajar
3 Apakah ruangan belajar anda nyaman dan kondusif uintuk belajar
4 Apakah di ruangan belajar anda dilengkapi pentilasi dan alat penerang yang memadai
5 Apakah orang tua anda menyiapkan seragam sekolah
6 Apakah orang tua anda menberi hadiah jika anda naik kelas
7 Apakah orang tua memberi pujian jika anda mendapat prestasi belajar yang baik
8 Apakah orang tua menasehati jika anda malas bangun pagi untuk persiapan sekolah
9 Apakah orang tua anda menyarankan agar tidak terlambat masuk kelas
10 Apakah orang tua menyuruh anda agar mengikuti kegiatan ekstra kurikuler
11 Apakah orang tua anda menyuruh untuk mengikuti les atau kursus pada bidang studi tertentu
12 Apakah orang tua anda menanyakan hasil belajar disekolah setiap hari
13 Apakah orang tua anda membacakan buku pelajaran tentang materi di sekolah jika anda sudah di rumah
14 Apakah orang tua anda menyuruh agar mempunyai jadwal belajar di rumah
15 Apakah orang tua dapat menjawab (memberikan penjelasan) dari pertanyaan-pertanyaan yang anda ajikan
16 Apakah pendidikan terakhir orang tua (ibu) anda
17 Apakah orang tua anda mengajak ketoko buku untuk membeli buku pelajaran
18 Apakah orang tua membantu atau mengajari anda apbila ada PR / tugas sekolah
19 Apakah orang tua memberi teknik cara belajar yang baik dan benar
20 Apakah orang tua anda membimbing belajar di rumah dan memperhatikan tingkah laku anda

Hormat Kami
076012457

INSTRUMEN PERTANYAAN DATA PENGARUH DORONGAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA

Tujuan dan Petunjuk
1. Angket ini bertujuan ilmiah, disebarkan untuk mengumpulkan data dalam rangka studi kesarjanaan (SI) di Pendidikan Agama Islam Universitas Wahid Hasyim Semarang
2. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan sejujur-jujurnya !
3. Berilah tanda silang pada jawaban yang telah anda pilih diantara empat alternative jawaban yang ada !
4. Keempat alternatif tersebut adalah :
Sangat sering : SS
Sering : S
Jarang : J
Tidak pernah : TP
5. Selamat menerjakan !

NO DAFTAR PERTANYAAN SS S J TP
1 Apakah orang tua anda menyediakan semua perlengkapan alat tulis menulis untuk belajar
2 Apakah orang tua anda membeli buku-buku pelajaran yang anda butuhkan
3 Apakah orang tua menyediakan pakaian seragam dan sepatu serta tas buku
4 Apakah orang tua anda menyediakan alat transportasi dan uang untuk kebutuhan sekolah
5 Apakah orang tua anda membeli majalah-majalah tentang pendidikan yang menunjang pelajaran anda
6 Apakah orang tua memerintah anda, ketika guru sedang menyampaikan materi anda dituntut untuk memperhatikan dengan seksama
7 Apakah orang tua anda menyarankan agar mengikuti semua bidang studi dengan penuh perhatian dan tekun
8 Apakah orang tua anda mendorong agar anda rajin dan giat dalam belajar
9 Apakah orang tua anda menyarankan agar masuk kelas sebelumpelajaran dimulai
10 Apakah orang tua menaya anda tentang kesulitan yang anda alami dalam belajar
11 Apakah orang tua anda menganjurkan agar berteman dengan orang yang baik dan pandai
12 Apakah orang tua melarang keras anda agar tidak merokok dan mengkonsumsi obat- obat terlarang
13 Apakah orang tua menyarankan anda agar mengikuti semua kegiatan sekolah
14 Apakah orang tua menganjurkan anda agar mendapatkan prestasi belajar baik
15 Apakah orang tua menganjurkan anda agar dapat terus melanjutkan sekolah sampai keperguruan tinggi dan seterusnya
16 Apakah orang tua anda memberi hukuman atau sangsi kalau anda bolos sekolah
17 Apakah orang tua anda memberi tanggapan positif terhadap kebutuhan dalam belajar
18 Apakah orang tua anda menyarankan agar berusaha untuk lebih aktif dalam belajar dikelas dalam segalahal
19 Apakah orang tua menyuruh tetap belajar di kelas jika guru yang bersangkutan berhalangan hadir
20 Apakah anda disuruh orang tua untuk bertanya jika ada materi yang kurang dimengerti kepada guru yang bersangkutan
Hormat Kami

Uswatun Khasanah
076012457

Tidak ada komentar:

Posting Komentar